Artadi Dorong Lulusan BLK Lombok Utara Jadi Pelaku Usaha Mandiri
- 31 Mar 2026 08:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari Fraksi Partai Gerindra, Artadi, menegaskan pentingnya keberlanjutan program pelatihan kerja agar benar-benar mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Utara, Senin 30 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Artadi meninjau langsung aktivitas pelatihan keterampilan yang tengah berlangsung, termasuk praktik pembuatan roti kopi yang diikuti para peserta. Ia mengapresiasi kualitas pelatihan yang diberikan, sekaligus menilai keterampilan tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha produktif.
“Saya melihat langsung bagaimana mereka membuat roti kopi. Ini potensi yang sangat bagus. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi anak-anak muda kita,” ujarnya.
Menurut Artadi, pelatihan di BLK tidak boleh berhenti pada transfer keterampilan semata. Ia menekankan perlunya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah, terutama dalam bentuk bantuan peralatan usaha, agar para peserta dapat langsung memulai usaha setelah menyelesaikan pelatihan.
Ia menilai, keterbatasan modal menjadi salah satu kendala utama bagi lulusan pelatihan untuk mandiri. Tanpa dukungan tersebut, keterampilan yang telah diperoleh berisiko tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Tidak semua peserta punya kemampuan membeli alat sendiri. Di sinilah peran pemerintah dibutuhkan, agar keterampilan ini tidak berhenti hanya di ruang pelatihan,” katanya.
Selain itu, Artadi juga melihat adanya peluang sinergi antara lulusan BLK dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di sejumlah desa dan kecamatan di Lombok Utara. Ia menyebut, produk makanan hasil pelatihan seperti roti dan jajanan bisa menjadi bagian dari rantai pasok untuk mendukung kebutuhan dapur MBG.
“Program dapur MBG ini peluang besar. Produk dari anak-anak BLK bisa masuk ke sana, sehingga mereka tidak hanya punya keterampilan, tapi juga pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika ekosistem ini dapat dibangun dengan baik—mulai dari pelatihan, dukungan alat, hingga akses pasar—maka akan terbentuk siklus ekonomi lokal yang mampu menyerap tenaga kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih jauh, Artadi berharap program pelatihan kerja dapat menjadi solusi konkret dalam menekan angka pengangguran dan mengurangi ketergantungan masyarakat untuk bekerja ke luar daerah maupun ke luar negeri.
“Harapan kita, dengan keterampilan yang mereka miliki, anak-anak muda ini bisa tetap di daerah, membuka usaha, dan mendapatkan penghasilan tanpa harus menjadi pekerja migran,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....