Lonjakan Wisata Religi Dongkrak Ekonomi Pedagang Ikan di Loang Baloq

  • 28 Mar 2026 20:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO ID, Mataram – Meningkatnya kunjungan wisatawan dan peziarah pasca-Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah membawa dampak signifikan bagi perputaran ekonomi di kawasan wisata Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Para pedagang ikan menjadi salah satu kelompok yang merasakan langsung berkah dari ramainya aktivitas wisata religi tersebut.

Salah seorang pedagang ikan lokal, Musni, mengaku terjadi lonjakan pendapatan yang cukup signifikan selama masa libur Lebaran. Jika pada hari biasa ia hanya memperoleh omzet sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari, kini penghasilannya meningkat tajam.

“Kadang bisa Rp700 ribu, bahkan sampai Rp1 juta lebih per hari, karena banyak peziarah dan wisatawan yang datang ke Loang Baloq,” ujarnya Sabt, 28 Maret 2026.

Menurut Musni, tingginya kunjungan masyarakat turut mendorong permintaan ikan segar, terutama jenis baronang, kakap, dan kembung yang menjadi favorit pembeli. Ia menjual ikan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per porsi atau ekor, tergantung ukuran dan jenisnya.

Meski harga ikan saat ini mengalami kenaikan, hal tersebut tidak menyurutkan minat pembeli. Tingginya permintaan justru menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat selama momentum libur Lebaran.

“Permintaannya sekarang tinggi, walaupun harga ikan juga lagi naik. Kalau ikannya besar, tentu harganya lebih mahal,” tambahnya.

Namun, di balik tingginya peluang ekonomi tersebut, terdapat tantangan yang harus dihadapi pedagang. Musni mengungkapkan bahwa ia memilih tidak berjualan saat puncak perayaan Lebaran Topat karena kondisi kawasan yang terlalu padat serta adanya pembatasan parkir kendaraan oleh aparat.

“Kalau Lebaran Ketupat saya tidak jualan. Tidak sempat, karena ramai sekali. Kendaraan juga tidak bisa parkir di sini karena ada penjagaan,” jelasnya.

Sebagai pedagang yang telah berjualan puluhan tahun di kawasan Loang Baloq, Musni mengaku harus tetap beradaptasi dengan dinamika yang ada, termasuk membayar sewa lapak sebesar Rp2 juta per tahun di tengah persaingan antarpedagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....