Angkutan Travel Diminta Naik Turunkan Penumpang di Terminal
- 27 Mar 2026 14:50 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Aktivitas naik turun penumpang angkutan umum di luar Terminal Sumer Payung, dinilai menjadi salah satu penyebab sepinya operasional terminal dalam beberapa tahun terakhir. Untuk itu, pengelola terminal berharap adanya dukungan pemerintah daerah guna menertibkan praktik tersebut, khususnya pada armada travel yang termasuk angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
Staf Terminal Sumer Payung, Abdul Rahim, mengatakan pihaknya mendorong agar seluruh armada angkutan umum menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam area terminal. Hal ini penting untuk mengoptimalkan fungsi terminal, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Pada dasarnya itu bukan travel, melainkan angkutan AKDP. Sesuai ketentuan, seharusnya naik dan turun penumpang dilakukan di terminal,” ujarnya, Jumat 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan, ketentuan tersebut telah diatur dalam regulasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang mewajibkan kendaraan angkutan umum berizin untuk beroperasi melalui terminal resmi. Terminal berfungsi sebagai titik pengawasan, pengaturan, serta pelayanan bagi penumpang dan operator angkutan.
Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan bahwa penyelenggaraan angkutan orang dalam trayek wajib menggunakan terminal sebagai tempat pemberangkatan, pemberhentian, dan pengendalian operasional kendaraan umum. Aturan ini juga diperkuat melalui berbagai regulasi turunan yang mengatur kewajiban penggunaan terminal bagi angkutan AKDP maupun AKAP.
Abdul Rahim menegaskan, penertiban ini tidak berkaitan dengan pungutan retribusi. Saat ini, Terminal Sumer Payung berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan, sehingga tidak lagi memberlakukan retribusi bagi angkutan umum.
“Ini murni untuk pelayanan. Fasilitas sudah tersedia, termasuk loket penjualan tiket. Tinggal bagaimana semua pihak bisa memanfaatkan terminal sebagaimana mestinya,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumbawa dapat turut mengimbau para pemilik armada, agar mematuhi aturan tersebut. Sehingga seluruh aktivitas naik turun penumpang, dapat terpusat di terminal.
Menurutnya, optimalisasi fungsi terminal juga penting dalam rangka mendukung rencana revitalisasi Terminal Sumer Payung yang dijadwalkan dalam dua tahun mendatang. Dengan meningkatnya aktivitas, keberadaan terminal diharapkan kembali menjadi pusat transportasi yang representatif dan tertib.
“Kalau semua armada masuk terminal, tentu akan lebih hidup dan tertata. Ini juga penting untuk mendukung rencana pengembangan ke depan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....