Wisatawan Terseret Ombak di Tanjung Beloam, Tim SAR Lakukan Pencarian

  • 25 Mar 2026 07:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Seorang wisatawan dilaporkan tenggelam setelah terseret ombak di kawasan Tanjung Beloam, tepatnya di Dusun Sunut, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Korban diketahui bernama Naufal (34), seorang guru asal Aik Ambung, Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur.

Sementara saksi dalam kejadian tersebut adalah Luqyana Kamaria (23), yang merupakan adik korban. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban bersama saksi mengunjungi lokasi wisata tersebut.

Saat berada di lokasi, saksi Luqyana mencoba menyeberang ke gili di sekitar pantai, namun tiba-tiba terhempas ombak. Melihat kejadian itu, korban Naufal berupaya memberikan pertolongan.

Saksi berhasil diselamatkan, namun korban justru terseret arus laut yang deras dan tidak mampu menyelamatkan diri hingga akhirnya hilang tenggelam. Aparat dari Polsek Jerowaru, Polairud Polres Lombok Timur, bersama tim SAR langsung melakukan upaya pencarian dengan menyisir bibir pantai melalui jalur darat, namun hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.

Tim gabungan yang dipimpin IPTU Abdul Hadi bersama anggota Polairud kembali ke kawasan Pantai Pink yang dijadikan sebagai posko sementara. Sementara itu, tim SAR masih melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah pencarian lanjutan yang direncanakan dilanjutkan pada hari ini.

Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa korban bersama keluarganya sudah dari awal berencana berlibur ke lokasi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa medan menuju lokasi kejadian cukup berat.

“Lokasi Tanjung Beloam cukup jauh dari jalan aspal, dengan akses berupa jalur ekstrem dan jalan setapak. Selain itu, tidak adanya jaringan internet maupun sinyal seluler menjadi kendala dalam komunikasi serta pelaporan perkembangan situasi,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia juga menegaskan pihak kepolisian juga telah mengambil sejumlah langkah penanganan, di antaranya melakukan patroli dan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses pencarian, serta menyusun laporan resmi kejadian.

"Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....