Dispar Lombok Utara Kejar Target PAD Pariwisata Rp16 Miliar pada 2026

  • 31 Mei 2026 22:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) optimistis mampu mencapai target penerimaan retribusi sektor pariwisata sebesar Rp16 miliar pada tahun 2026. Optimisme tersebut muncul setelah tren pemesanan wisata di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air mulai menunjukkan peningkatan menjelang musim kunjungan wisatawan pertengahan tahun.

Hingga akhir triwulan pertama 2026, realisasi pendapatan retribusi pariwisata tercatat mencapai Rp1,8 miliar. Meski masih berada di bawah target tahunan, Dinas Pariwisata (Dispar) KLU menilai kondisi tersebut masih sesuai dengan pola kunjungan wisata yang umumnya meningkat pada semester kedua.

Kepala Dispar KLU, Denda Dewi Tresna Astuti, mengatakan berbagai indikator menunjukkan sektor pariwisata mulai bergerak ke arah yang lebih positif setelah menghadapi sejumlah tantangan pada awal tahun.

“Kondisi awal tahun memang belum sepenuhnya kondusif, namun melihat data reservasi dari teman-teman pelaku wisata di tiga gili, progresnya sudah mulai membaik. Kami berharap mulai Juni mendatang kondisi sudah stabil dan masuk ke periode puncak,” ujarnya, Selasa 26 Mei 2026.

Menurutnya, kawasan tiga gili masih menjadi tulang punggung pendapatan sektor pariwisata Lombok Utara. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat sistem pengelolaan retribusi guna memastikan potensi pendapatan dapat dimaksimalkan.

Selain mengandalkan destinasi unggulan di kawasan kepulauan, Dispar juga mulai memperkuat pengembangan destinasi wisata daratan. Desa Wisata Senaru tercatat menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan daerah dari sektor wisata dengan kontribusi sekitar Rp1 miliar pada tahun sebelumnya.

Saat ini pemerintah daerah tengah mendorong pengembangan sejumlah destinasi lain seperti Pantai Impos di Kecamatan Tanjung dan Desa Wisata Genggelang di Kecamatan Gangga melalui proses legalisasi dan peningkatan sarana pendukung.

Denda Dewi menilai diversifikasi destinasi wisata menjadi langkah penting agar sumber pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada kawasan tiga gili. Dengan semakin banyak destinasi yang tertata dan memiliki legalitas yang jelas, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) diharapkan semakin meningkat.

“Kami ingin seluruh destinasi wisata yang ada di Lombok Utara dapat memberikan kontribusi terhadap PAD secara legal, terukur, dan berkelanjutan,” katanya.

Dispar KLU berharap peningkatan kunjungan wisatawan pada musim liburan pertengahan tahun dapat menjadi momentum percepatan pencapaian target pendapatan pariwisata 2026 sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah destinasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....