Kuota Pendakian Rinjani Awal April Ludes, Didominasi Wisatawan Domestik

  • 23 Mar 2026 14:33 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gunung Rinjani
  • Kuota Pendakian Gunung Rinjani
  • Wisatawan Domestik
  • BTNGR

RRI.CO.ID, Mataram - Kuota pendakian ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk periode 1 hingga 4 April 2026 ludes terjual. Seluruh slot yang dibuka melalui aplikasi E-Rinjani terpantau berstatus quota exceeded (melebihi kuota).

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, membenarkan tingginya minat pendaki pada awal April tersebut. Ia menyebut lonjakan pemesanan terjadi merata di setiap hari, dengan dominasi wisatawan domestik.

“Untuk tanggal 1 April saja, kuota sudah terisi penuh sebanyak 219 orang, terdiri dari 181 wisatawan nusantara dan 38 wisatawan mancanegara,” ujar Budhy saat dikonfirmasi, Senin, 23 Maret 2026.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Budhy Kurniawan, saat ditemui di ruang kerjanya. Foto: RRI/Muh.Halwi

Data BTNGR menunjukkan tren serupa pada hari-hari berikutnya. Pada 2 April, kuota mencapai 222 pendaki, terdiri dari 189 WNI dan 33 WNA. Sementara pada 3 April, jumlahnya juga 222 orang, dengan rincian 195 WNI dan 27 WNA.

Adapun pada 4 April, total pendaki tercatat 207 orang, dengan 189 wisatawan domestik dan 18 wisatawan asing. Angka ini menegaskan tingginya minat masyarakat untuk mendaki Rinjani, khususnya pasca momentum libur panjang.

"Ini total semua yang booking di enam jalur pendakian. Dan yang full serta ramai peminat tetap jalur Sembalun," jelasnya.

BTNGR sebelumnya telah membuka pemesanan tiket pendakian secara daring sejak 6 Maret 2026 melalui aplikasi E-Rinjani. Sistem ini diterapkan untuk mengatur jumlah kunjungan sekaligus menjaga kelestarian kawasan taman nasional.

Budhy mengimbau calon pendaki yang belum mendapatkan kuota agar merencanakan ulang jadwal pendakian dan melakukan pemesanan lebih awal untuk periode berikutnya. Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan dan prosedur pendakian demi keselamatan serta menjaga ekosistem Gunung Rinjani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....