Penempatan-Pelayanan Posko Kesehatan Pelajaran Mitigasi Gempa Lombok Juli 2018

  • 23 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Penempatan hingga pelayanan posko kesehatan menjadi pelajaran penting dari kejadian Gempa Lombok, Juli 2018.
  • Minggu, 29 Juli 2018, BMKG NTB mengeluarkan infografis telah terjadi gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter yang berlokasi di darat.
  • BTNGR bersama tim gabungan setelah gempa Minggu, 29 Juli 2018, berhasil mengevakuasi 1.087 orang pendaki yang berusaha turun dari lokasi pendakian.

RRI.CO.ID, Mataram - Penempatan hingga pelayanan posko kesehatan menjadi pelajaran penting dari kejadian Gempa Lombok, Juli 2018. RRI Mataram menggaris bawahi penguatan kapasitas tersebut berdasar rangkuman atas berita-berita yang disiarkan beberapa hari setelah gempa bumi mengguncang Lombok, akhir Juli 2018.

Minggu, 29 Juli 2018, Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan infografis telah terjadi gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter yang berlokasi di darat, dan berjarak 47 kilo meter arah timur laut Kota Mataram. Gempa dengan kedalaman 24 kilo meter itu dirasakan warga di Lombok Barat, dan lebih dirasakan lagi di Lombok Timur, dan Lombok Utara.

Akibat kejadian itu, Puskesmas Bayan, dan Senaru, Lombok Utara, merawat puluhan orang warga mengalami luka-luka karena terkena reruntuhan bangunan. Selain merawat yang luka, dua Puskesmas ini, merawat korban meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara saat itu, Khairul Anwar mengatakan, ada tiga orang warga yang meninggal dunia akibat gempa, yakni warga Torean dan Sambik Elen serta satu orang warga Sumbawa atau pekerja di Pelabuhan Carik. Total warga yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Tanjung sesaat setelah kejadian sekitar tujuh orang.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani bersama tim gabungan setelah gempa Minggu, 29 Juli 2018, berhasil mengevakuasi 1.087 orang pendaki yang berusaha turun dari lokasi pendakian.

Proses evakuasi dilakukan bagi pendaki Rinjani yang kesulitan menuju pintu keluar karena dampak gempa. Evakuasi dilakukan untuk menemukan enam orang pendaki berstatuskan pegawai dan pemandu serta satu orang jenazah mahasiswa yang masih berada di dalam kawasan.

Upaya pencarian dilakukan tim gabungan antara Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) bersama TNI, SAR, dan Polri. Pencarian juga diupayakan dengan mempergunakan helikopter milik Basarnas.

Kepala BTNGR Sudiono mengatakan, penyelamatan terhadap pendaki terdiri dari 723 WNA dan 364 WNI. Sedangkan untuk yang enam orang pendaki terdiri dari tiga orang dengan status pegawai baru bisa dievakuasi Senin siang. Berikut dua orang porter, satu orang guide, dan satu orang mahasiswa bernama Muhammad Ainul Muksin dari Makassar dalam kondisi meninggal dunia.

Pos Kesehatan di Halaman Kantor Camat Sembalun sejak Minggu, telah merawat sejumlah pendaki yang membutuhkan pertolongan kesehatan hasil evakuasi petugas. Perawatan meliputi meredakan sesak nafas hingga penanganan dehidrasi di tubuh pendaki.

Pos kesehatan di halaman Kantor Camat Sembalun, Lombok Timur, menjadi lokasi pertama pelayanan kesehatan terhadap pendaki yang membutuhkan pertolongan pertama saat dievakuasi petugas. Pertolongan tersebut berupa antisipasi sesak nafas yang dimungkinkan dialami pendaki selama berada di kawasan taman nasional.

Koordinator Pos Kesehatan Oxy Cahyo Wahyuni mengungkapkan, faktor penyebab sesak nafas antara lain kedinginan, kehausan hingga kelelahan. Sehingga dalam kondisi tersebut seseorang harus segera mendapatkan pertolongan pertama berupa perawat intensif dari dokter dan perawat.

Untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap pasien, Pos Kesehatan Sembalun telah mendirikan tenda darurat lengkap dengan tiang infus di dalam tenda. Khusus bagi pasien yang menginap, disediakan tempat tidur darurat berstandar nasional.

"Pasien pendaki juga tergabung ke dalam warga yang mengalami gangguan kesehatan sejak peristiwa gempa melanda," kata Oxy.

Selanjutnya untuk keberlanjutan pelayanan, posko terintegrasi dengan dapur umum yang didirikan Tagana. Lokasinya, di sebelah kantor camat. Dalam pada itu, petugas tetap berupaya menyediakan sejumlah obat yang dapat segera dikonsumsi pasien untuk mencapai kondisi normal.

Situasi Pos Kesehatan di Sembalun, selama tiga hari, diwarnai proses persalinan sembilan orang ibu di tenda pengungsian. Seluruhnya mendapat pertolongan petugas kesehatan dan segera kembali ke rumah keluarga demi menjaga kesehatan bayi.

Tenda pengungsi korban gempa di Kecamatan Sembalun dan Sambalia, Lombok Timur nyatanya tidak hanya diisi lanjut usia, melainkan ikut menampung anak-anak.

Pelayanan kesehatan di halaman kantor camat sembalun fokus melayani warga di enam desa yakni, Sembalun Bumbung, Sembalun Lawang, Timba Gading, Sembalun, Sajang, dan Bile Petung.

Keberadaan posko posko kesehatan di Lombok Timur sedianya membantu keberadaan pusat pusat pelayanan kesehatan yang belum maksimal berfungsi akibat gempa. Posko terbagi di dua kecamatan yakni di Sembelia dan Sembalun. Di Sembelia terdapat Posko Malempo, Medas, Mentareng, dan Obel-Obel. Sementara di Sembalun terdapat Posko Sembalun Bumbung, Sembalun Lawang, Timba Gading, Sembalun, Sajang, dan Bile Petung. Dan hingga hari ketiga, di Tengah banyaknya peristiwa gempa susulan, posko telah melayani kebutuhan pengungsi sekitar 17.453 jiwa. Selanjutnya di Lombok Utara, posko didirikan di Sambi Elen, Batu Gerantang, dan Karang Bajo yang diperkirakan tengah menampung sekitar 2.478 orang warga.

Delapan tahun sudah berlalu, cukup banyak rumah warga yang dulunya rusak, sekarang sudah terperbaiki seiring bantuan perbaikan. Tapi Permasalahan trauma pada penyintas gempa menjadi konsentrasi tersendiri untuk ditanggulangi di posko pengungsian oleh pemangku kebijakan. Tujuan dari perhatian itu untuk mencegah trauma berkepanjangan pada penyintas.

dr. Oxy, di dialog Kentongan RRI Mataram, Selasa, 21 Juli 2028, mengatakan, lima jam setelah gempa mengguncang Lombok Timur dan sekitarnya, tim RSUP NTB sudah ada di Lokasi, di Rumah Sakit Lapangan, halaman Kantor Camat Sembalun.

Menurut Oxy, gempa Lombok 2018, termasuk gempa yang destruktif. Menimbulkan trauma mendalam bagi siapa pun yang terdampak. Masalahnya, Trauma fisik boleh cepat pulih, tapi psikis bisa mempengaruhi produktivitas.

Di Tengah fasilitas yang terbatas, Sumber daya air bersih yang minim, otomatis mempersulit proses pemulihan. Belum lagi tenda pengungsian yang padat, memerlukan pakaian dan alat mandi.

"Berkaca dari itu, rumah sakit harus memiliki konsep mitigasi bencana. Bukan hanya Ketika gempa, namun, pasien yang membludak sementara resources yang ada terbatas," kata Oxy.

RS Mandalika dekat dengan sirkuit Mandalika. Hampir setiap pekan selalu ada balapan. Rumah Sakit harus mempersiapkan kegawatdaruratan plus skill personal harus bagus seperti dokter, drive, dan ambulance.

Miftahuddin Anshary, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB mengatakan, BPBD melakukan penilaian kapasitas logistik sebagai antisipasi penanggulangan bencana gempa bumi. Evalusasi menunjukan, penanggulangan gempa 2018 merupakan kolaborasi antar pihak. Baik di dalam daerah maupun luar daerah.

"Di sini edukasi memegang peranan penting. Simulasi bagi anak usia sekolah harus dilakukan, bahkan di setiap sekolah," kata Miftahuddin di tengah Kentongan.

Khaerul Anwar yang saat ini anggota Forum Peduli NTB Sehat mengatakan, penanganan trauma memerlukan koordinasi dan kolaborasi. Begitu juga penyakit menular di pengungsian. Butuh kerja sama lintas sektor dan rencana kontijensi dari setiap stakeholder seperti pemetaan kemampuan.

Berbekal sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lombok Utara, Khaerul mengungkapkan, penyiapan obat-obatan bagian dari ketahanan pelayanan Kesehatan. Lombok Utara daerah rawan bencana, maka harus ada genset dan instalasi pasokan air bersih yang mumpuni di setiap gedung pelayanan kesehatan. Belajar dari gempa Lombok, enam Puskesmas di Lombok Utara dalam kondisi rusak.

Komisioner KPID NTB Yusron Saudi mengungkapkan, radio yang berbasis frekuensi punya peran strategis saat gempa terjadi. Buktinya, imbauan BMKG terdesiminasi dengan baik dan lancar ke masyarakat. Termasuk, berita-berita tentang pencarian korban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....