Pendaki Tektok ke Gunung Rinjani Mulai Ramai Awal Juli
- 03 Jul 2026 12:50 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Sejumlah komunitas trail run telah memesan tiket untuk menjadikan Rinjani sebagai lokasi latihan menjelang berbagai kompetisi lari gunung.
- ada pekan pertama Juli, sedikitnya delapan pendaki dari dua komunitas telah mengantongi izin tektok.
RRI.CO.ID, Mataram – Pendakian tektok di Gunung Rinjani mulai ramai pada awal Juli setelah Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) membuka izin bagi aktivitas tersebut. Sejumlah komunitas trail run telah memesan tiket untuk menjadikan Rinjani sebagai lokasi latihan menjelang berbagai kompetisi lari gunung.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) World Class Mountaineering BTNGR, Budi Soesmardi, mengatakan permintaan pendakian tektok sebenarnya sudah muncul sejak beberapa waktu lalu, terutama dari komunitas dan asosiasi trail run. Awal Juli menjadi periode pertama pelaksanaan setelah mekanisme perizinan diberlakukan.
"Permintaan tektok memang banyak dari komunitas dan asosiasi. Mereka menggunakan Rinjani untuk latihan sebelum mengikuti berbagai event trail run," kata Budi kepada RRI, Jumat 3 Juli 2026.
Pada pekan pertama Juli, sedikitnya delapan pendaki dari dua komunitas telah mengantongi izin tektok. Enam orang berasal dari Lombok Trail Runner sebagai persiapan mengikuti ajang Bromo Tengger Semeru 100, sedangkan dua lainnya dari Indonesia Mountain Trail untuk menghadapi kompetisi trail running di Malaysia.
Menurut Budi, mayoritas pemohon izin merupakan atlet atau pelari yang sedang menjalani program latihan, bukan pendaki yang sekadar ingin mencoba tantangan naik-turun Rinjani dalam sehari.
"Yang mengajukan izin sekarang memang atlet yang sedang mempersiapkan diri mengikuti lomba. Bukan untuk mencari sensasi," ujarnya.
Meski aktivitas tektok mulai meningkat, BTNGR tidak menambah kuota khusus. Pendaki tektok tetap menggunakan kuota pendakian reguler yang tersedia melalui aplikasi e-Rinjani bersama pendaki biasa. Tingginya minat mendaki bahkan membuat kuota reguler di jalur Sembalun, Senaru, dan Torean untuk periode 22 Juni hingga 7 Juli telah habis dipesan.
BTNGR juga mewajibkan setiap peserta tektok melampirkan surat rekomendasi dari komunitas atau asosiasi trail run. Persyaratan itu diterapkan untuk memastikan peserta memiliki kemampuan teknis sekaligus ada pihak yang bertanggung jawab terhadap aktivitas mereka.
Regulasi tersebut disusun setelah banyak pendaki melakukan tektok tanpa melapor kepada petugas. Pada musim pendakian tahun lalu, sekitar 36 pendaki harus dievakuasi ke shelter darurat akibat hipotermia karena mendaki dengan perlengkapan yang tidak memadai saat cuaca ekstrem.
BTNGR berharap meningkatnya minat pendakian tektok diikuti dengan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan sehingga aktivitas latihan di Gunung Rinjani dapat berlangsung aman tanpa menambah risiko kecelakaan di jalur pendakian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....