Insiden Anak Tersiram Air Hangat saat Ogoh Ogoh Berakhir Damai
- 21 Mar 2026 00:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Insiden seorang anak yang tersiram air hangat saat pawai Ogoh-Ogoh di Kota Mataram akhirnya diklarifikasi dan diselesaikan secara damai. Peristiwa yang sempat viral di media sosial itu dipastikan merupakan kejadian tidak disengaja dan telah dimediasi secara kekeluargaan oleh pihak terkait.
Peristiwa tersebut terjadi ketika seorang pedagang kaki lima tersenggol di tengah keramaian pawai, sehingga air hangat yang dibawanya tanpa sengaja mengenai seorang anak bernama Aisya Nazla Putri. Menyikapi kejadian ini, kedua belah pihak langsung menempuh jalur mediasi di Kantor Lurah Cakra Barat pada 18 Maret 2026, yang turut dihadiri aparat kelurahan dan Bhabinkamtibmas.
Dalam mediasi tersebut, kedua pihak sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Kesepakatan itu menegaskan bahwa insiden yang terjadi murni musibah tanpa unsur kesengajaan.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan empati, Ketua Umum Aliansi Pemuda Hindu Lombok, I Nyoman Loji Sagita bersama panitia parade Ogoh-Ogoh, Made Krisna Yuda Prasetya, mendatangi langsung kediaman korban di Ampenan. Mereka menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan bantuan pengobatan bagi korban.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Ini murni musibah yang tidak disengaja, dan kami bertanggung jawab membantu proses pemulihan adik Aisya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan penanggung jawab STT Ogoh-Ogoh Jeruk Manis, I Gede Suadyana Putra. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Ini menjadi pembelajaran bagi kami agar ke depan lebih berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan,” katanya menegaskan.
Sementara itu, ibu korban, Siwi Utami, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan tanggung jawab yang ditunjukkan panitia. Ia memastikan bahwa persoalan tersebut telah dianggap selesai.
“Saya berterima kasih sudah datang menjenguk anak saya. Kami sudah saling memaafkan, ini hanya kesalahpahaman. Kami anggap selesai dan tetap bersaudara,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari DPD Prajaniti Hindu Indonesia NTB yang turut memberikan bantuan biaya pengobatan. Sekretaris DPD, I Gusti Agung Bagus Dwipayana, berharap korban segera pulih dan kejadian serupa tidak terulang.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan adik Aisya segera pulih. Kami juga mewakili umat menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” ucapnya.
Humas PHDI Kota Mataram, I Made Sanakumara, turut hadir dan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi bersama demi meningkatkan keamanan kegiatan ke depan.
“Kami berharap dari perdamaian ini terjalin silaturahmi yang baik. Kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar pelaksanaan kegiatan ke depan lebih tertib dan aman,” katanya mengakhiri.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, seluruh pihak mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memperkeruh suasana. Momentum ini diharapkan menjadi penguat kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kota Mataram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....