Ribuan Jamaah Muhammadiyah di Mataram Salat Idulfitri 1447 H
- 20 Mar 2026 16:04 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Muhammadiyah
- Idulfitri 1447 H
- Nusa Tenggara Barat
RRI.CO.ID, Mataram - Ribuan jamaah Muhammadiyah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), menunaikan salat Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan 1 Syawal lebih awal membuat pelaksanaan ibadah berlangsung serentak di berbagai titik, mencakup wilayah Lombok hingga Sumbawa.
Di Mataram, pelaksanaan terpusat di halaman Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Sejak pagi, jamaah mulai berdatangan, memadati area kampus dengan mengenakan pakaian terbaik mereka.

Saf-saf salat tertata rapi. Laki-laki, perempuan, hingga anak-anak larut dalam suasana ibadah yang khusyuk. Sejumlah keluarga tampak datang bersama, menjadikan momen Idulfitri sebagai ruang kebersamaan.
Meski terdapat perbedaan waktu pelaksanaan dengan sebagian umat Islam lainnya, suasana tetap berlangsung hangat. Tidak terlihat sekat di tengah masyarakat, justru memperlihatkan sikap saling menghormati.
Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustaz Muhibburrahman menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai Ramadan. Ia menekankan agar kebiasaan baik selama bulan puasa tidak berhenti usai Idulfitri.
“Ramadan adalah madrasah. Apa yang kita latih selama sebulan, mulai dari kesabaran, kejujuran, hingga kepedulian sosial, harus terus dijaga setelahnya,” kata Muhibburrahman dalam khutbahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kembali kepada kesucian. Menurut dia, kemenangan sejati terletak pada kemampuan menahan diri dan memperbaiki akhlak.
Usai salat, jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Suasana haru dan keakraban tampak di berbagai sudut lapangan. Banyak di antara mereka memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat silaturahmi.
Salah seorang jamaah, Pujirohman, mengatakan pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini terasa lebih khusyuk. Ia datang bersama keluarganya sejak pagi untuk mendapatkan saf di bagian depan.
“Alhamdulillah, suasananya sangat tertib dan penuh kebersamaan. Meski berbeda hari dengan sebagian yang lain, kami tetap saling menghormati,” ujar Pujirohman.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terasa saat Idulfitri dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. “Yang terpenting bukan perbedaan waktunya, tapi bagaimana kita menjaga persaudaraan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....