Percepat Pengiriman Hewan Kurban, NTB Tambah Kapal dan Ubah Rute Tol Laut
- 15 Mar 2026 13:39 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mempercepat distribusi ternak, terutama sapi dari Bima, ke luar daerah. Langkah itu dilakukan dengan menambah armada kapal sekaligus mengubah rute tol laut agar frekuensi pengiriman meningkat.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muhammad Riadi, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan tambahan kapal untuk mengangkut ternak dari Pelabuhan Bima. Penambahan armada dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan pengiriman seperti yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
“Kemungkinan ada empat kapal yang ditambah,” kata Riadi, Minggu, 15 Maret 2026.
Selama ini, layanan kapal pengangkut ternak yang beroperasi hanya dua hingga tiga unit. Dalam waktu dekat, satu kapal tambahan akan mulai beroperasi untuk membantu distribusi.
"Kapal tambahan tersebut memang tidak memiliki kapasitas sebesar kapal utama yang mampu mengangkut hingga 40 unit muatan. Namun, kapal itu tetap bisa membawa sekitar tujuh hingga sepuluh unit ternak dalam sekali perjalanan," jelasnya.
Selain menambah armada, pemerintah juga mengevaluasi rute tol laut yang selama ini melayani pengangkutan ternak dari Pelabuhan Bima menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
Menurut Riadi, hasil evaluasi menunjukkan rute tersebut membutuhkan waktu perjalanan cukup lama, sekitar 10 hari untuk satu kali perjalanan hingga kapal kembali melakukan pengangkutan.
Karena itu, pemerintah merencanakan rute baru yang lebih pendek dengan menjadikan Surabaya sebagai titik singgah utama. Dengan perubahan tersebut, waktu tempuh diperkirakan bisa dipangkas menjadi sekitar enam hingga tujuh hari.
“Pemangkasan waktu tempuh ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan,” ujarnya.
Dengan rute lama, kapal hanya mampu melakukan sekitar tiga kali putaran perjalanan dengan total muatan sekitar 1.500 ton. Melalui rute yang lebih pendek, jumlah perjalanan diperkirakan dapat bertambah sehingga distribusi ternak menjadi lebih lancar.
Riadi menilai perubahan rute tersebut juga tidak akan membebani biaya transportasi. Pengurangan jarak pelayaran dinilai dapat menekan ongkos di laut, sementara sisanya dapat dialokasikan untuk biaya distribusi di darat.
“Yang terpenting, arus distribusi barang dan komoditas dari daerah dapat berjalan lebih lancar sehingga tidak terjadi penumpukan,” kata Riadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....