WBP Lombok Barat Bersinar di Lomba Keagamaan Ramadan
- 13 Mar 2026 22:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat kembali menunjukkan prestasi membanggakan. Dalam ajang Semarak Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, para warga binaan berhasil meraih sejumlah gelar juara dari berbagai cabang lomba keagamaan.
Kompetisi yang telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian selama bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Nusa Tenggara Barat, yang turut berpartisipasi menampilkan kemampuan terbaik warga binaan mereka dalam bidang keagamaan.
Dalam perlombaan tersebut, warga binaan Lapas Lombok Barat tampil dominan dengan menyabet tiga juara pertama dan satu juara kedua. Pada cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), perwakilan Lapas Lombok Barat berhasil meraih Juara I dengan skor 94,5. Prestasi serupa juga diraih pada Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dengan nilai 98, serta Juara I Lomba Hadrah dengan skor 145.
Tidak hanya itu, pada cabang Lomba Pidato Keagamaan, warga binaan Lapas Lombok Barat juga berhasil meraih Juara II dengan skor 99, memperkuat dominasi mereka dalam ajang pembinaan spiritual tersebut.
Penyerahan penghargaan kepada para pemenang dilakukan dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan NTB yang digelar di Lapas Kelas IIA Lombok Barat pada Jumat, 13 Maret 2026. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya pembinaan keagamaan yang terus digalakkan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, mengatakan keberhasilan warga binaan dalam ajang tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan spiritual di dalam lapas berjalan secara konsisten dan memberi dampak positif.
“Melalui lomba ini kami memberikan ruang positif bagi warga binaan untuk meningkatkan keimanan, membangun rasa percaya diri, serta membentuk karakter yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan mental dan spiritual bagi para warga binaan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, menegaskan ajang Semarak Ramadan menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan di lembaga pemasyarakatan terus berkembang.
“Lomba ini menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan di setiap UPT benar-benar hidup dan berjalan dengan baik. Momentum Ramadan harus menjadi ruang bagi semua pihak untuk terus memperbaiki diri,” katanya menegaskan.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk warga binaan yang lebih baik, religius, dan siap kembali ke masyarakat.
“Semoga pembinaan seperti ini terus berkembang dan mampu melahirkan pribadi yang lebih baik ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....