Kolaborasi Desa dan Perpustakaan Tekan Buta Aksara di Lombok Barat

  • 05 Mar 2026 08:04 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Setelah hampir satu setengah bulan tutup akibat proses kepindahan gedung, Perpustakaan Daerah Lombok Barat akhirnya kembali dibuka untuk umum. Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai titik kebangkitan baru dalam mendorong budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Lombok Barat, Lalu Winengan, menegaskan pembukaan kembali perpustakaan ini bukan sekadar operasional biasa, melainkan bagian dari gerakan membangun kecintaan membaca sejak dini.

“Yang kita harapkan di momen puasa ini, perpustakaan sudah kembali buka. Kemarin sempat tutup hampir satu bulan setengah karena pindahan. Sekarang sudah mulai aktif kembali dan kita persilakan anak-anak datang membaca,” ujar Winengan saat ditemui RRI di Kantor Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Gerung, Lombok Barat, Rabu, 4 Maret 2026.

Menurutnya, selama Ramadan pihaknya menyiapkan program khusus berupa apresiasi atau hadiah bagi anak-anak yang rajin datang dan membaca buku. Program tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat literasi sekaligus menanamkan kebiasaan positif di bulan penuh berkah.

“Nanti akan ada dopres-dopres khusus bagi anak-anak yang rajin membaca dan hadir di perpustakaan. Harapannya ini bisa menanamkan rasa cinta membaca sejak dini,” katanya.

Lalu Winengan menekankan, membaca buku fisik tetap memiliki peran penting di tengah derasnya arus digitalisasi. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan dan wawasan luas tidak bisa hanya bergantung pada informasi singkat dari internet.

“Orang yang cerdas dan punya kemampuan lebih itu harus rajin membaca. Tanpa membaca buku, mereka tidak akan bisa mengetahui dunia luar secara utuh. Di Google itu hanya ringkasan, belum tentu lengkap,” ucapnya.

Ia bahkan berbagi pengalaman pribadinya. “Saya sendiri mengalami. Ada ilmu-ilmu tertentu yang tidak ada di Google. Buku fisik itu punya kedalaman yang berbeda,” tegasnya.

Perpustakaan Lombok Barat saat ini menyediakan ratusan ribu koleksi buku dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan, agama, ilmu umum, hingga literatur khusus tentang sejarah Lombok dan tokoh-tokoh agama Islam di daerah tersebut. Koleksi ini dinilai sebagai bekal penting bagi generasi muda agar memiliki perspektif luas dan tidak sekadar mengandalkan informasi instan dari gawai.

“Tidak mungkin satu buku tebal masuk semua ke HP. Apalagi kalau tiga buku. Harus datang langsung dan membaca,” ujarnya sambil tersenyum.

Tak hanya fokus pada literasi umum, Perpustakaan Lombok Barat juga berkomitmen mendukung pengentasan buta aksara dan buta huruf hijaiyah Al-Qur’an. Kolaborasi dengan para kepala desa akan dilakukan untuk menciptakan desa percontohan gerakan literasi berbasis masyarakat.

Dalam upaya menarik minat generasi muda, Lalu Winengan menghadirkan konsep baru di gedung perpustakaan, yakni menghadirkan ruang baca bergaya coffeeshop yang dilengkapi fasilitas WiFi.

“Kita akan buat tempat seperti coffeeshop dengan WiFi di dalam gedung perpustakaan. Dengan gaya baru ini, saya ingin anak-anak muda tertarik datang dan menjadikan perpustakaan sebagai ruang diskusi dan belajar,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan telah melakukan komunikasi dengan Komisi X DPR RI, termasuk dengan Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hardian Irfani, serta jajaran pimpinan Perpustakaan Nasional untuk mendukung penambahan koleksi buku literasi.

“Alhamdulillah sudah ada komunikasi dan ada komitmen dukungan untuk penambahan literasi buku ke depan,” ujarnya optimistis.

Dengan berbagai terobosan tersebut, Perpustakaan Lombok Barat di bawah kepemimpinan Lalu Winengan menargetkan lahirnya generasi pembaca yang cerdas, berkarakter, dan berakar pada nilai-nilai lokal.

Ramadan kali ini bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum menghidupkan kembali semangat membaca demi masa depan Lombok Barat yang lebih maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....