Jelang Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar Pasar Murah di 10 Kabupaten/Kota
- 22 Agt 2026 07:11 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB menggelar pasar murah serentak di 10 kabupaten/kota untuk menjaga harga bahan pokok tetap terjangkau menjelang Maulid Nabi.
- Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyaluran bantuan dan persiapan program Desa Berdaya 2027.
RRI.CO.ID, Bima — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar pasar murah serentak di 10 kabupaten/kota untuk menjaga harga bahan pokok penting tetap terjangkau menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peluncuran pasar murah dipusatkan di Lapangan Fajar, Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Jumat, 21 Agustus 2026.
Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menjelaskan kegiatan ini untuk memastikan harga terjangkau dan terkendali.
“Tujuannya untuk memastikan ketersediaan menjelang hari-hari besar, termasuk Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok dan menghindari terjadinya lonjakan harga,” kata Indah.
Pasar murah digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemprov NTB dengan Perum Bulog, Bank Indonesia, dan PT Pertamina.
Pemilihan Desa Tambe sebagai lokasi peluncuran pasar murah juga berkaitan dengan program Desa Berdaya. Desa tersebut diproyeksikan menjadi salah satu lokasi Desa Berdaya pada 2027.
Indah mengatakan Pemprov NTB sejak 2026 mulai memetakan potensi desa dan kelurahan untuk mendapatkan intervensi melalui program tersebut.
“Dari 1.200 lebih jumlah desa dan kelurahan di Nusa Tenggara Barat, secara bertahap sejak tahun 2026 ini Desa Berdaya dibagi, dipilah dan diberikan kesempatan kepada kepala desa bersama masyarakatnya untuk melakukan perencanaan sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Menurut dia, program Desa Berdaya diarahkan agar pembangunan tidak hanya ditentukan dari atas, tetapi disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing desa.
Rangkaian kunjungan Pemprov NTB kemudian dilanjutkan ke Desa Leu dan Desa Bontokape. Masing-masing desa menerima 100 paket sembako sebagai bagian dari persiapan menuju Desa Berdaya 2027.
Pemprov NTB juga menyoroti kebutuhan energi masyarakat, terutama ketersediaan elpiji 3 kilogram.
Indah meminta perangkat desa aktif mendata kebutuhan riil warga dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan tetap aman.
Pertamina sebelumnya menambah pasokan tabung elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Tambe. Pemerintah juga membuka pilihan penggunaan elpiji nonsubsidi Bright Gas 5,5 kilogram bagi masyarakat yang membutuhkan.
| Baca juga: Minyakita Jadi Primadona Pasar Murah Mataram |
Indah menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya melalui pembangunan berskala besar, tetapi juga dengan merespons kebutuhan sehari-hari.
“Kita pemerintah harus siap hadir dalam setiap bentuk permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kita,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata mengatakan pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah menjaga harga bapokting agar tetap berada dalam jangkauan masyarakat.
Selain pasar murah, Pemprov NTB menyiapkan 100 kupon sembako gratis bagi warga Desa Tambe. Kupon tersebut diprioritaskan untuk kelompok rentan, seperti lanjut usia dan ibu hamil.
Sebanyak 300 paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat Desa Tambe. Pemerintah turut memberikan bantuan pakaian, bola untuk tim sepak bola dan bola voli, serta Rp5 juta untuk mendukung Turnamen Fajar Cup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....