Komisaris Utama PT Selaparang Finansial Akui Kinerja Belum Maksimal

  • 03 Mar 2026 19:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dewan Komisaris Utama PT Selaparang Finansial, Muhammad Isra’i, mengakui bahwa kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut sepanjang Tahun Buku 2025 belum berjalan secara maksimal. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) XIX Tahun Buku 2025.

Dalam forum tersebut, ia menjelaskan bahwa meskipun perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan hasil usaha dibandingkan tahun sebelumnya, berbagai tantangan eksternal masih memengaruhi capaian kinerja secara keseluruhan.

"Kami bersyukur karena pada Tahun Buku 2025 ini perusahaan masih mampu mencatatkan pertumbuhan hasil usaha dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, kami juga harus jujur mengakui bahwa kinerja tersebut belum maksimal,” ujar Muhammad Isra’i dalam sambutannya, Selasa 3 Maret 2026.

Ia menuturkan, dinamika ekonomi nasional, kebijakan keuangan yang terus berkembang, serta keterbatasan anggaran pembangunan daerah menjadi faktor yang cukup berpengaruh terhadap ruang gerak perusahaan. “Kondisi ekonomi nasional yang dinamis, kebijakan keuangan yang terus mengalami penyesuaian, serta keterbatasan anggaran pembangunan daerah menjadi tantangan tersendiri bagi kami dalam mengoptimalkan kinerja perusahaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dewan Komisaris menegaskan bahwa periode saat ini merupakan fase transisi yang krusial dalam estafet kepemimpinan di tubuh perusahaan. Oleh karena itu, pengelolaan perusahaan harus dilakukan secara akuntabel dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

“Periode ini adalah fase transisi yang sangat penting dalam estafet kepemimpinan. Maka dari itu, setiap kebijakan dan langkah yang diambil harus dikelola secara akuntabel, transparan, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan,” ucapnya.

Guna memperbaiki kondisi perusahaan dan meningkatkan performa di masa mendatang, PT Selaparang Finansial tengah mengimplementasikan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah restrukturisasi piutang dan penataan penyertaan modal, serta memperkuat prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.

“Kami melakukan restrukturisasi piutang dan penataan penyertaan modal agar struktur keuangan perusahaan lebih sehat. Selain itu, prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan terus kami perkuat untuk meminimalisir risiko,” katanya.

Tak hanya itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi biaya operasional sepanjang tahun berjalan, memperbaiki sistem Pengendalian Internal (SPI), serta memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel. “Perbaikan sistem Pengendalian Internal dan tata kelola menjadi prioritas kami. Transparansi dan akuntabilitas adalah fondasi utama untuk membangun kembali kepercayaan dan memastikan keberlanjutan perusahaan,” imbuhnya.

Fokus lainnya adalah penanganan dan penyelesaian kredit macet guna menyehatkan neraca perusahaan. Langkah ini dinilai penting sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penguatan fundamental BUMD tersebut.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan kredit macet secara bertahap dan terukur agar neraca perusahaan semakin sehat dan siap menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....