Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Soroti Ancaman Stabilitas Ekonomi Daerah
- 03 Mar 2026 11:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Konflik di Timur Tengah tidak hanya dipandang sebagai persoalan geopolitik semata. Sejumlah warga di Nusa Tenggara Barat menilai dampaknya bisa merembet hingga sektor ekonomi lokal. Kenaikan harga energi dan penurunan daya beli menjadi kekhawatiran yang mulai disorot.
Di Lombok Barat, perhatian terhadap potensi dampak ekonomi ini disampaikan oleh Dinda Ayu Azani. Ia menilai konflik di kawasan tersebut memiliki implikasi global yang tidak bisa diabaikan. Stabilitas ekonomi daerah dinilai rentan terhadap gejolak eksternal.
“Perang di Timur Tengah itu bukan cuma berdampak pada kawasan tersebut, tapi juga berpotensi mempengaruhi kondisi di berbagai daerah,” kata Dinda, Selasa 3 Maret 2026.
Ia mencontohkan bahwa konflik sering kali berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi di tingkat daerah.
“Kalau itu sampai terjadi, otomatis daya beli masyarakat bisa menurun dan sektor usaha kecil juga ikut terdampak,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi sejak dini. Stabilitas sosial dan ekonomi harus dijaga melalui kebijakan yang responsif dan terukur.
Sementara itu, kekhawatiran lain muncul terkait keberlangsungan ibadah haji. Isu keamanan di Timur Tengah menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat NTB yang setiap tahun mengirimkan jamaah dalam jumlah besar. Faktor keselamatan dinilai harus menjadi prioritas utama.
Iqbal Faisal Afif dari Lombok Timur menilai pemerintah tidak boleh mengabaikan dinamika keamanan regional. Ia menekankan bahwa keberangkatan jamaah harus mempertimbangkan situasi terkini secara menyeluruh.
“Kondisi yang sedang terjadi di Timur Tengah menimbulkan banyak kekhawatiran, terutama terkait keberlangsungan ibadah haji,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah benar-benar menjadikan keamanan sebagai pertimbangan utama. Keputusan strategis dinilai harus berpihak pada keselamatan jamaah.
“Kalau memang ada kondisi yang tidak memungkinkan, pemerintah harus menyiapkan antisipasi dan rencana ke depan,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya perlindungan terhadap WNI yang berada di kawasan konflik. Banyak pekerja migran dari NTB menggantungkan nasibnya di sana.
Kekhawatiran warga NTB ini menunjukkan bahwa isu internasional memiliki implikasi lokal yang nyata. Baik dari sisi ekonomi maupun aspek ibadah dan keselamatan warga, pemerintah dituntut responsif serta adaptif. Stabilitas daerah pada akhirnya bergantung pada kesiapan menghadapi dinamika global yang terus berubah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....