Wagub NTB Dorong Sekolah Aman dan Berdaya Saing
- 03 Mar 2026 07:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Kota Bima - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, menegaskan sekolah harus menjadi ruang yang aman, kreatif, dan berdaya saing. Pesan itu ia sampaikan saat mengunjungi SMK Negeri 3 Kota Bima dalam rangka Safari Ramadan, Senin, 2 Maret 2026.
Di hadapan guru dan siswa, Wagub NTB mengapresiasi kreativitas para pelajar. Ia melihat potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dari keterampilan siswa, terutama di sekolah kejuruan.
“Saya bangga melihat langsung berbagai kreativitas anak-anak kita. Potensi mereka luar biasa dan ini harus dibaca sebagai peluang ekonomi,” ujarnya.
Ia mencontohkan produksi suvenir pernikahan sebagai pasar yang menjanjikan di Pulau Sumbawa, khususnya Bima. Menurut dia, kebutuhan hajatan yang tinggi bisa menjadi celah bagi sekolah untuk mengembangkan unit produksi sekaligus melatih jiwa kewirausahaan siswa.
Tidak hanya soal keterampilan teknis, Wagub juga menekankan pentingnya prestasi akademik. Ia meminta kepala sekolah dan guru mendorong siswa menempuh jalur undangan dan prestasi agar lebih banyak lulusan dari Bima dan Pulau Sumbawa diterima di perguruan tinggi negeri unggulan.
“Jangan jadikan jarak geografis sebagai alasan. Anak-anak kita harus berani menunjukkan prestasi dan menjemput peluang,” katanya.
Penguatan bahasa Inggris, menurut dia, menjadi salah satu kunci meningkatkan daya saing lulusan SMK di dunia kerja. Kemampuan bahasa asing dinilai memberi nilai tambah untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyoroti isu keamanan sekolah. Ia mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk praktik perundungan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang dirindukan. Rasa aman dan nyaman harus kita jaga bersama agar bullying tidak terulang kembali,” ujarnya.
Komitmen serupa datang dari kalangan siswa. Ketua OSIS SMK Negeri 3 Kota Bima, Nafisah, mengatakan pihaknya memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi pencegahan kekerasan.
“Kami mungkin tidak bisa mencegah semua bentuk kekerasan, tetapi kami harus punya tindakan. Media sosial bisa menjadi ruang edukasi agar siswa lebih sadar dan saling menghormati,” katanya.
Ketua OSIS periode sebelumnya, Gifar, menambahkan bahwa organisasi siswa memberdayakan ekstrakurikuler Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) sebagai garda depan kampanye anti-bullying. Anggota PIKR melakukan sosialisasi langsung ke siswa serta memproduksi konten edukatif di media sosial. Mereka juga bekerja sama dengan guru bimbingan konseling untuk menindaklanjuti setiap indikasi perundungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....