Wagub NTB Minta Kepala OPD Ciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman

  • 09 Agt 2026 10:33 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Wagub NTB Indah Dhamayanti Putri meminta kepala OPD menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan menjaga semangat jajaran.
  • Kepala OPD diminta memperkuat manajemen risiko dan mempercepat tindak lanjut catatan BPK agar persoalan tidak terulang.

RRI.CO.ID, Lomok Timur — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri meminta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya mengejar capaian kinerja. Para pimpinan juga diminta menciptakan lingkungan kerja yang membuat aparatur merasa nyaman dan tidak takut dalam menjalankan tugas.

“Menjadi pemimpin tidak hanya membanggakan diri dengan sejumlah prestasi yang dicapai. Tetapi yang lebih utama, Bapak/Ibu sebagai pemimpin bisa memberikan rasa nyaman bagi seluruh bawahan,” kata Indah saat memberikan pembekalan kepada kepala perangkat daerah dalam Workshop Manajemen Risiko Pemerintah Provinsi NTB di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut dia, pemimpin harus memastikan semangat jajaran tetap terjaga. Aparatur juga tidak boleh dibebani ketakutan berlebihan ketika dipercaya menduduki jabatan, terutama dalam mengelola keuangan daerah.

Indah mengatakan workshop manajemen risiko menjadi salah satu upaya mengubah pola kerja birokrasi dari reaktif menjadi antisipatif. Kehadiran narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI serta Kementerian Dalam Negeri diharapkan memperkuat kemampuan kepala OPD dalam mengenali celah risiko dan mencegah persoalan sejak awal.

“Perubahan pola kerja, dari pendekatan reaktif menjadi lebih antisipatif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko, menjadi target kita bersama,” ujarnya.

Indah juga mengapresiasi kepala OPD, Inspektorat, dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB yang telah menuntaskan sejumlah tindak lanjut atas catatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2025.

Ia mengakui beban terbesar berada pada jajaran yang bekerja langsung di lapangan dan mengoordinasikan tindak lanjut tersebut.

“Bagi kami yang memberikan perintah dan arahan terlihat lebih mudah, tetapi Bapak/Ibu sekalian yang bekerja langsung di lapangan mengoordinasikan tentunya memiliki beban tugas yang cukup berat,” katanya.

Meski demikian, Indah meminta OPD yang masih memiliki catatan belum tuntas segera mempercepat penyelesaiannya. Evaluasi juga harus diperketat agar persoalan serupa tidak kembali muncul pada tahun berikutnya.

Ia meminta para kepala OPD tetap bekerja secara sungguh-sungguh tanpa dihantui kekhawatiran dalam menjalankan tugas.

“Kerja sungguh-sungguh yang Bapak/Ibu tunjukkan tidak pernah akan bisa tertukar dengan pihak lain,” ujar Indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....