Produksi Jagung Mataram Anjlok, Petani Beralih ke Padi

  • 02 Mar 2026 20:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Dinas Pertanian Kota Mataram mencatat penurunan drastis produksi jagung pada 2025, dari 1.141 ton pada 2024 menjadi hanya 36,376 ton. Penurunan signifikan ini terjadi di tengah perubahan pola tanam petani yang kini lebih memilih komoditas padi karena dinilai lebih menguntungkan dan berisiko rendah.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Lalu Johari, menjelaskan salah satu faktor penyebab turunnya produksi jagung adalah perubahan pilihan tanam petani. “Sebelumnya petani menanam jagung karena keterbatasan air. Sekarang ketersediaan air cukup untuk padi, sehingga banyak yang beralih,” ujarnya Senin 2 Maret 2026.

Dengan Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun, petani memiliki fleksibilitas menentukan komoditas paling menguntungkan.Menurut Johari, dari total luas lahan pertanian sekitar 1.485 hektare, sebagian besar petani merupakan penggarap yang menyewa lahan. Kondisi tersebut membuat mereka cenderung memilih padi karena perawatannya relatif mudah, harga lebih stabil, serta risiko kegagalan lebih kecil dibandingkan jagung.

“Petani tentu mempertimbangkan efisiensi dan kepastian hasil untuk memaksimalkan keuntungan,” katanya.

Di sisi lain, peralihan tersebut berdampak positif terhadap produksi padi. Pada 2025, produksi padi meningkat dari 23.078 ton menjadi 24.411 ton atau naik 1.333 ton dengan capaian 105,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan sektor tanaman pangan di Kota Mataram tetap tumbuh meski terjadi pergeseran komoditas.

Johari menambahkan, peningkatan produksi padi juga tidak lepas dari peran Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang aktif menangani serangan hama seperti penggerek batang dan wereng saat musim hujan.

“Tim POPT bergerak cepat memberikan penanganan dan obat-obatan sehingga serangan OPT bisa dikendalikan dan tidak mengganggu produksi,” tandasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....