Gubernur Iqbal Dorong Koperasi Punya Bisnis Nyata

  • 02 Mar 2026 17:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi desa melalui koperasi yang memiliki unit usaha konkret dan terencana. Hal itu ia sampaikan saat memberikan arahan kepada pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota, Kota Bima, Senin, 2 Maret 2026.

Iqbal mengatakan pemerintah provinsi tidak hanya mendorong pembentukan koperasi secara administratif, tetapi juga menyiapkan dukungan teknis berupa penyusunan rencana bisnis, penguatan manajemen, hingga pendampingan akses permodalan ke perbankan.

“Kita akan bantu susun rencana bisnisnya supaya bisa mengakses pinjaman perbankan. Yang paling penting koperasi ini punya bisnis, bukan sekadar punya gerai,” kata Iqbal.

Menurut dia, salah satu persoalan utama yang dihadapi petani adalah panjangnya rantai distribusi hasil pertanian. Produk dari petani kerap berpindah tangan ke sejumlah perantara sebelum sampai ke pasar, sehingga keuntungan yang diterima produsen menjadi tipis.

Kondisi ini berdampak pada rendahnya nilai tukar petani dan menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Iqbal menilai koperasi dapat menjadi instrumen untuk memangkas rantai distribusi tersebut.

Melalui koperasi yang kuat dan terkonsolidasi, petani dapat menjual hasil produksi langsung ke pasar atau pembeli akhir, sehingga memiliki posisi tawar yang lebih baik dalam menentukan harga.

“Kalau koperasi kuat dan terkonsolidasi, mereka bisa ikut menentukan harga. Ini yang akan meningkatkan nilai tukar petani dan menarik minat generasi muda kembali ke sektor pertanian,” ujarnya.

Selain penguatan distribusi, Iqbal juga mendorong pengembangan usaha produktif skala desa, seperti peternakan ayam petelur rumah tangga dan budidaya hortikultura dengan sistem rumah kaca atau greenhouse. Model usaha tersebut dinilai realistis untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Ia mencontohkan, pengelolaan kandang ayam secara kolektif berpotensi menghasilkan ribuan butir telur setiap pekan yang dapat dipasarkan melalui koperasi. Begitu pula dengan produksi cabai dan sayuran konsumsi harian yang permintaannya relatif stabil di pasaran.

“Saat ini sebagian besar kebutuhan pangan NTB masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, penguatan ekosistem produksi lokal menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” kata Iqbal.

Dalam kesempatan tersebut, Iqbal turut menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Melayu Asakota sebagai dukungan awal percepatan operasional dan pengembangan usaha. Ia menegaskan, penguatan ekonomi desa bukan sekadar agenda politik, melainkan upaya konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau urusan politik, kita bicarakan pada tempatnya. Tapi urusan ekonomi rakyat, ini yang harus kita kerjakan bersama,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....