Keterampilan Menyesek di Sekolah menuju Pelestarian Budaya Lokal
- 28 Feb 2026 14:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Kegiatan pelestarian budaya lokal terus menemukan bentuk barunya di lingkungan pendidikan. Di Lombok Barat, seorang siswi kelas X Jurusan Busana di SMKN 1 Gerung menunjukkan bahwa tradisi dapat tumbuh seiring dengan mimpi masa depan generasi muda.
Marwa, siswi jurusan busana, mengaku ketertarikannya pada kegiatan menyesek atau menenun berawal dari keinginan sederhana. Ia ingin mengisi waktu luang sepulang sekolah sekaligus menambah keterampilan yang bermanfaat.
“Saya ingin menambah keterampilan, sekaligus mengisi waktu kosong setelah pulang sekolah,” ujar Marwa saat ditemui RRI di sela praktik melakukan nyesek disekolahnya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Menurut Marwa, proses menyesek atau menenun bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesarnya justru berada di tahap awal.
Meski begitu, justru membuatnya semakin tertarik untuk belajar lebih dalam.
“Hal yang paling menantang itu saat memasukkan benang dan menyusunnya supaya memanjang dan rapi,” katanya.
Sebelum terlibat langsung, Marwa hanya mengenal menyesek atau menenun dari cerita dan tontonan di ponsel. Ia lebih sering mendengar praktik menyesek atau menenun dari Sukarara, Lombok Tengah, yang sudah lebih dulu dikenal luas.
“Dulu saya cuma dengar dari HP saja, yang terkenal itu Sukarara. Sekarang ternyata ada juga di Lombok Barat, khususnya di sekolah ini,” ucapnya.
Kesempatan belajar langsung membuat Marwa ingin membuktikan menyesek atau menenun tidak hanya indah untuk dilihat, tetapi juga memiliki potensi ekonomi. Ia pun melihat keterampilan tersebut sebagai peluang menciptakan lapangan kerja mandiri di masa depan.
“Makanya saya ingin mencoba, bukan hanya melihat saja bagaimana cara menyesek ini,” katanya.
Latar belakangnya sebagai siswi jurusan busana menjadi nilai tambah. Marwa berencana menggabungkan teknik menyesek atau menenun dengan rancangan busana modern.
“Kebetulan saya jurusan busana, mungkin nanti bisa menggabungkan menyesek ini dengan busana-busana yang ingin saya buat,” ujarnya.
Lebih jauh, Marwa menaruh harapan besar pada kegiatan ini. Ia bercita-cita membuka usaha sendiri berbasis menyesek dari rumah.
“Insya Allah ke depannya ingin buka usaha menyesek ini,” katanya dengan optimistis.
Bagi Marwa, kebahagiaan terbesarnya bukan hanya soal keterampilan atau peluang usaha, tetapi juga perasaan ikut menjaga warisan budaya.
“Alhamdulillah senang, karena bisa ikut melestarikan budaya yang ada di sini lewat kegiatan di sekolah,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....