Dikbud Lombok Barat Siapkan Pawai Sekolah Sambut HUT Kemerdekaan RI
- 12 Agt 2026 06:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia kembali digelorakan di lingkungan pendidikan Kabupaten Lombok Barat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat mengimbau seluruh satuan pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan nasionalisme peserta didik.
Kepala Dikbud Kabupaten Lombok Barat, H. L. Najamuddin, ST., MM., mengatakan rangkaian kegiatan tingkat kabupaten akan diisi dengan sejumlah agenda, termasuk doa dan zikir bersama serta kegiatan pawai yang melibatkan satuan pendidikan.
“Untuk tingkat kabupaten, nanti yang pertama mungkin ada zikir dan doa di Bencingah. Kemudian dari Dinas Pendidikan memang diberikan porsi untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI melalui kegiatan pawai antarsekolah,” ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Najamuddin, pawai tersebut akan mengambil titik awal di Lapangan Mareje dan bergerak menuju kawasan Pendopo. Peserta kegiatan berasal dari berbagai jenjang pendidikan di bawah kewenangan Dikbud Lombok Barat.
Ia menyebut keterlibatan sekolah dalam kegiatan tersebut diperkirakan cukup besar. Hampir seluruh satuan pendidikan diharapkan ambil bagian, khususnya jenjang TK yang akan menampilkan pawai alegoris.
“Untuk yang diberikan porsi kepada Dinas Pendidikan, kita akan melaksanakan pawai alegoris dan pawai gerak jalan tepat waktu. Pesertanya banyak, hampir semua sekolah ikut,” katanya menegaskan.
Selain pawai alegoris, kegiatan gerak jalan tepat waktu juga menjadi bagian dari agenda peringatan kemerdekaan di tingkat kabupaten. Pembukaan kegiatan tersebut rencananya dilakukan oleh Wakil Bupati Lombok Barat.
Tak hanya kegiatan yang dipusatkan di tingkat kabupaten, Dikbud Lombok Barat juga meminta setiap sekolah menciptakan suasana perayaan kemerdekaan di lingkungan masing-masing.
Imbauan tersebut antara lain memasang bendera Merah Putih, umbul-umbul, spanduk, hingga baliho bertema kemerdekaan. Langkah itu dinilai penting agar semarak HUT Kemerdekaan tidak hanya terasa di pusat pemerintahan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok.
“Kami sudah mengimbau satuan pendidikan, baik TK, SD maupun SMP, untuk memasang spanduk, umbul-umbul dan bendera. Sekolah yang memiliki baliho juga dipersilakan memasangnya agar suasana kemerdekaan terasa di masing-masing sekolah,” ucapnya.
Dikbud juga memberikan ruang kepada sekolah yang ingin menyelenggarakan kegiatan tambahan secara mandiri. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Namun, Najamuddin menegaskan bahwa kegiatan yang menjadi bagian dari agenda Dikbud di tingkat kabupaten tetap diarahkan pada pawai alegoris dan gerak jalan tepat waktu.
Lebih jauh, rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Menurut Najamuddin, momentum 17 Agustus harus menjadi sarana menanamkan kembali nilai nasionalisme kepada peserta didik sejak usia dini.
“Ini salah satu upaya untuk membangkitkan rasa nasionalisme anak didik. Mereka harus memahami bahwa untuk merebut kemerdekaan, para pejuang kita dahulu berjuang dengan pengorbanan yang tidak mudah,” katanya.
Ia mengingatkan, generasi saat ini memiliki tanggung jawab berbeda dibandingkan para pejuang pada masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu kemerdekaan direbut melalui perjuangan fisik, tugas generasi sekarang adalah mempertahankan sekaligus mengisi kemerdekaan melalui berbagai hal positif.
“Sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan. Caranya dengan melakukan hal-hal positif. Kalau di lingkungan sekolah, anak-anak harus belajar dengan baik,” katanya menegaskan.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam proses tersebut. Menurutnya, seorang guru tidak cukup hanya menjalankan tugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi harus mampu menjalankan fungsi sebagai pendidik yang membentuk karakter peserta didik.
“Guru bukan hanya menyampaikan materi sampai selesai. Seorang pendidik harus lebih mendalam karena tugasnya bukan sekadar mengajar, tetapi juga membentuk anak didik,” ucapnya.
Karena itu, momentum HUT Kemerdekaan RI di lingkungan sekolah diharapkan tidak berhenti pada pemasangan atribut, pawai, maupun perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menanamkan semangat kebangsaan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Tanah Air kepada generasi muda Lombok Barat.
“Semangat kemerdekaan harus diisi dengan pendidikan yang baik dan pembentukan karakter. Itu yang harus kita tanamkan kepada anak-anak,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....