Imigrasi–Pemasyarakatan NTB Buka Akses Ekonomi Warga Binaan
- 26 Feb 2026 17:30 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Inovasi pelayanan publik kembali lahir dari Nusa Tenggara Barat. Sinergi Kantor Imigrasi Mataram dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB resmi menghadirkan Gerai Karya Warga Binaan sebagai ruang promosi produk kreatif hasil pembinaan lembaga pemasyarakatan, Kamis, 26 Februari 2026.
Peluncuran gerai ini merupakan tindak lanjut langsung arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang mendorong transformasi kantor imigrasi dan immigration lounge menjadi etalase produk lokal berkualitas. Melalui nota kesepahaman dengan Lapas Lombok Barat dan Lapas Perempuan Mataram, karya warga binaan kini memiliki akses pemasaran langsung ke masyarakat luas.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan NTB, Agung Krisna, menilai kehadiran gerai tersebut sebagai lompatan penting pembinaan kemandirian. Ia menegaskan bahwa hasil karya warga binaan tidak lagi sebatas latihan internal, melainkan produk siap jual dengan standar profesional.
“Gerai ini membuktikan bahwa pembinaan kemandirian mampu naik kelas ke pasar komersial. Kami ingin menghapus sekat antara warga binaan dan masyarakat melalui karya nyata yang punya nilai ekonomi,” ujarnya.
Daya tarik gerai tersebut bahkan menyedot perhatian warga negara asing (WNA) yang tengah mengurus dokumen keimigrasian. Salah seorang WNA mengaku terkesan dengan kualitas kerajinan tangan yang dipamerkan, khususnya produk buatan warga binaan Lapas Perempuan Mataram.
“Saya tidak menyangka produk seindah ini dibuat dari dalam lapas. Detailnya sangat rapi dan bernilai seni tinggi. Ini cara yang sangat manusiawi untuk memberi kesempatan kedua,” katanya.
Kolaborasi di bawah payung Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ini dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan. Kantor imigrasi berperan sebagai jembatan pemasaran strategis, sementara lapas menjadi pusat produksi dan inovasi kreatif.
Lebih dari sekadar transaksi, inisiatif ini menumbuhkan kebanggaan kolektif bahwa sistem pemasyarakatan mampu mencetak kemandirian yang diakui publik. Pengunjung yang datang mengurus administrasi kini mendapatkan pengalaman berbeda: window shopping produk unik dengan kisah perjuangan di baliknya.
Inovasi tersebut menegaskan bahwa pelayanan publik modern dapat berjalan beriringan dengan misi sosial, memanusiakan manusia melalui karya nyata yang membanggakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....