Ini Strategi Disdag Mataram Kendalikan Harga Daging Ramadan
- 26 Feb 2026 13:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan (Disdag) memperkuat langkah antisipasi lonjakan harga dan ketersediaan daging menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya itu dilakukan dengan menggencarkan koordinasi bersama distributor daging beku, Dinas Pertanian, serta pemangku kepentingan di tingkat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), guna memastikan pasokan tetap aman dan harga terkendali.
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Disdag Kota Mataram, Sri Wahyunida, mengatakan kenaikan harga mulai terjadi sejak H-2 Ramadan. Harga daging sapi segar di pasar induk naik dari kisaran Rp120.000–Rp125.000 per kilogram menjadi Rp140.000 per kilogram, sementara di pasar ritel menembus Rp150.000 per kilogram.
“Kami memastikan stok daging sapi dan ayam segar tetap tersedia agar harga bisa stabil dan tidak terus mengalami kenaikan,” ujarnya Kamis 26 Februari 2026.
Tidak hanya daging sapi, harga ayam broiler segar juga mengalami penyesuaian. Di pasar induk, harga kini berada di angka Rp42.000 per kilogram dan Rp44.000 per kilogram di pasar ritel, dari sebelumnya sekitar Rp38.000 per kilogram. Menurut Sri, kenaikan tersebut masih dalam batas kewajaran karena meningkatnya daya beli masyarakat selama Ramadan.
“Namun harga itu akan terus kami pantau dan kendalikan agar tidak naik lagi,” jelasnya.
Sebagai langkah pengendalian, Disdag menargetkan harga daging sapi tidak melampaui Rp140.000 per kilogram atau sesuai harga acuan pembelian (HAP). Begitu pula dengan daging ayam broiler, diharapkan tidak mengalami kenaikan lanjutan.
“Untuk daging sapi, target kami harga maksimal Rp140.000 per kilogram. Daging ayam broiler juga jangan sampai ada kenaikan lagi,” katanya.
Sri menambahkan, penyediaan daging beku di tingkat distributor menjadi salah satu strategi untuk menekan gejolak harga. Daging beku disiapkan sebagai alternatif bagi masyarakat ketika harga daging segar meningkat.
“Daging beku bisa menjadi pilihan karena harganya relatif lebih murah, sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan protein hewani selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....