Obat Kangen Warga Binaan, Wartelsuspas Jadi Penawar Rindu Keluarga

  • 24 Feb 2026 10:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Ramadan selalu menghadirkan kehangatan kebersamaan keluarga. Dari sahur hingga berbuka puasa, momen itu menjadi ruang saling menguatkan. Namun bagi warga binaan pemasyarakatan, suasana tersebut hanya bisa dirasakan dari balik tembok tinggi lembaga pemasyarakatan. Di tengah keterbatasan itu, layanan Wartelsuspas hadir sebagai penghubung rindu yang nyata dan bermakna.

Wartelsuspas atau Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan kini tak lagi sekadar fasilitas telepon konvensional. Di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, layanan ini telah bertransformasi menjadi sarana komunikasi digital berbasis video call yang memungkinkan warga binaan menatap langsung wajah keluarga mereka.

Pada bulan suci Ramadan, bilik video call di Lapas dan Rutan tampak lebih sibuk dari hari biasa. Antrean mengular, namun kesabaran terbayar saat layar menyala. Ekspresi wajah yang semula tegang perlahan melunak ketika senyum ibu, istri, atau anak muncul dari seberang layar. Bagi mereka, beberapa menit itu menjadi “obat kangen” yang menenangkan batin.

Hak warga binaan untuk berkomunikasi sejatinya telah dijamin negara melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Aturan tersebut menegaskan setiap warga binaan berhak memperoleh layanan komunikasi untuk terhubung dengan keluarga dan penasihat hukumnya. Dengan demikian, fasilitas Wartelsuspas bukanlah privilese, melainkan hak dasar yang dilindungi hukum.

Ketentuan teknis layanan ini juga diperkuat melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-06.OT.02.02 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur standar operasional Wartelsuspas, termasuk penggunaan video call secara resmi dan terpantau, sebagai langkah pencegahan peredaran telepon genggam ilegal di dalam blok hunian.

Dari sisi kemanusiaan, komunikasi visual memiliki dampak besar terhadap kesehatan mental warga binaan. Menjalani ibadah puasa jauh dari keluarga bukan perkara mudah. Melalui video call, mereka dapat memastikan keluarga dalam keadaan baik, sekaligus menjaga ikatan emosional agar tidak terputus oleh jarak dan waktu.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB, Agung Krisna, menegaskan layanan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemasyarakatan dalam menjunjung nilai kemanusiaan, terutama di bulan Ramadan.

“Kami menyadari dukungan keluarga adalah faktor kunci keberhasilan pembinaan. Melalui Wartelsuspas yang kini mendukung video call, kami memberi ruang bagi warga binaan untuk tetap terhubung secara visual dengan orang-orang tercinta,” ujarnya.

Ia menambahkan, momen Ramadan memiliki dimensi spiritual yang kuat bagi warga binaan.

“Melihat senyum keluarga di layar bisa menjadi penguat moral agar mereka menjalani masa pidana dengan ikhlas dan bertekad menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, pihak Lapas dan Rutan di wilayah NTB memastikan layanan Wartelsuspas tetap berjalan tertib meski permintaan meningkat selama Ramadhan. Durasi panggilan diatur agar seluruh warga binaan memperoleh kesempatan yang adil. Pengawasan dilakukan secara humanis, menjaga keamanan tanpa menghilangkan rasa nyaman saat mereka melepas rindu.

Di balik jeruji besi, Wartelsuspas bukan sekadar fasilitas komunikasi. Ia menjelma menjadi jembatan harapan, penjaga kewarasan, sekaligus pengingat bahwa setiap warga binaan tetap memiliki keluarga yang menanti kepulangan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....