Lahan Terbengkalai di Lapas Lobar Kini Hasilkan Edamame Melimpah

  • 15 Jun 2026 21:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Sebuah transformasi luar biasa terjadi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lombok Barat. Lahan yang sebelumnya dikenal sebagai area penampungan sampah kini berubah menjadi kawasan pertanian produktif yang menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Perubahan tersebut ditandai dengan panen raya kedelai edamame yang dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat, Ketut Akbar, pada Senin 15 Juni 2026. Kegiatan itu turut dihadiri Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agung Krisna, serta seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-NTB.

Hamparan lahan seluas 0,9 hektare yang berada di area dalam Lapas Lombok Barat kini tampil hijau dan produktif. Keberhasilan tersebut menjadi simbol nyata perubahan paradigma pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan, tetapi juga berkontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.

Ketut Akbar menilai keberhasilan budidaya edamame tersebut merupakan langkah inovatif yang patut diapresiasi. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area pertanian bernilai ekonomi tinggi menunjukkan bahwa lapas mampu menjadi ruang pemberdayaan yang memberikan manfaat luas.

"Kita tidak boleh lagi melihat lapas hanya sebagai tempat penahanan, melainkan sebagai wadah produktif yang mampu menciptakan nilai tambah. Pemanfaatan lahan untuk budidaya edamame ini merupakan langkah cerdas dan konkret dalam mendukung swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah," ujarnya.

Komoditas edamame sendiri menjadi tanaman baru dalam program pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Lombok Barat. Pemilihan jenis tanaman tersebut bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai jual yang menjanjikan, permintaan pasar terhadap edamame terus meningkat, terutama di sektor modern dan industri pangan.

Sementara itu, Inspektur Wilayah I Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agung Krisna, memberikan apresiasi atas optimalisasi lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal. Ia menegaskan keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata akuntabilitas program pembinaan yang dijalankan jajaran pemasyarakatan.

"Saya sangat mengapresiasi pemanfaatan lahan idle ini. Ini menjadi bukti bahwa program pembinaan berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang produktif. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal kehidupan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat," katanya menegaskan.

Di balik keberhasilan panen raya tersebut, terdapat peran besar para warga binaan yang sejak awal terlibat dalam proses budidaya. Mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen dilakukan dengan pendampingan petugas dan pembimbing lapangan.

Salah seorang warga binaan mengaku memperoleh pengalaman baru melalui program pertanian tersebut. Ia mengaku sebelumnya tidak mengenal tanaman edamame, namun kini memahami teknik budidaya hingga proses perawatannya.

"Awalnya saya sama sekali tidak mengenal edamame. Setelah mendapatkan bimbingan dari petugas, kami belajar bagaimana merawat tanaman ini dengan baik. Hasil panen hari ini membuat kami semakin percaya diri bahwa keterampilan bertani bisa menjadi bekal penting saat kembali ke masyarakat nanti," ucapnya.

Dengan pengelolaan yang disiplin dan perawatan intensif, lahan seluas hampir satu hektare itu diproyeksikan mampu menghasilkan panen hingga tiga ton edamame. Target tersebut menjadi indikator bahwa sektor pertanian di lingkungan pemasyarakatan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Keberhasilan panen raya di Lapas Lombok Barat tidak hanya mencerminkan keberhasilan program pembinaan kemandirian, tetapi juga membuktikan bahwa keterbatasan ruang di balik tembok pemasyarakatan bukanlah penghalang untuk menciptakan karya produktif yang berdampak bagi masyarakat dan ketahanan pangan nasional.

"Melalui kerja keras, pembinaan yang tepat, dan pemanfaatan lahan secara optimal, lapas mampu menjadi pusat pemberdayaan yang melahirkan harapan baru bagi warga binaan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....