Lapas Lombok Barat Cetak Penjahit Andal Siap Tembus Industri
- 11 Jun 2026 16:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja terampil pada sektor tekstil dan konveksi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lombok Barat mengambil langkah progresif dengan membekali warga binaan keterampilan menjahit yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Sebanyak 28 warga binaan mengikuti pelatihan menjahit intensif yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Lapas Lombok Barat dan PT Segara Mitra Utama. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas pembinaan rutin, melainkan sebagai upaya nyata mencetak sumber daya manusia yang siap bekerja dan mampu bersaing setelah menyelesaikan masa pidana.
Pelatihan tersebut mengedepankan standar kompetensi industri konveksi. Para peserta akan dibekali kemampuan mengoperasikan mesin jahit, memahami teknik produksi garmen, hingga mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar.
Instruktur dari PT Segara Mitra Utama, Kusnadi, mengatakan bahwa seluruh peserta akan mendapatkan materi dan praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.
"Kami tidak ingin peserta hanya memahami dasar-dasarnya saja. Mereka harus benar-benar menguasai keterampilan menjahit sehingga saat kembali ke masyarakat nanti sudah siap bekerja di perusahaan konveksi atau bahkan membuka usaha mandiri," ujarnya saat memberikan pelatihan kepada warga binaan, Selasa 9 Juni 2026.
Menurutnya, keterampilan yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada praktik langsung yang akan mengasah kemampuan peserta hingga mencapai standar industri.
Program kolaborasi antara Lapas Lombok Barat dan pihak swasta ini dinilai menjadi salah satu model pembinaan yang efektif. Selain memperkuat proses rehabilitasi, kemitraan tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi warga binaan untuk memiliki bekal ekonomi setelah bebas nanti.
Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli, menegaskan bahwa pembinaan keterampilan merupakan bagian penting dari upaya membangun masa depan warga binaan yang lebih baik.
"Kami ingin memastikan setiap warga binaan yang keluar dari Lapas membawa keterampilan yang benar-benar bermanfaat. Pelatihan menjahit ini bukan hanya pengisi waktu selama menjalani masa pembinaan, tetapi menjadi investasi jangka panjang agar mereka mampu hidup mandiri, produktif, dan diterima kembali oleh masyarakat," katanya menegaskan.
Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa keberhasilan program tersebut akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi peserta pelatihan, tetapi juga bagi pembangunan ekonomi daerah melalui penyediaan tenaga kerja terampil di sektor konveksi.
Dengan jumlah peserta mencapai 28 orang, program ini berpotensi melahirkan tenaga kerja produktif yang siap mengisi kebutuhan industri garmen yang terus berkembang di Indonesia. Bahkan, peluang pengembangan unit usaha berbasis pembinaan di lingkungan lapas juga semakin terbuka.
Saat ini, persiapan sarana dan mesin jahit tengah dirampungkan. Praktik produksi dijadwalkan mulai berjalan dalam waktu kurang dari satu pekan ke depan sebagai tahap lanjutan dari pelatihan yang telah diberikan.
Melalui program tersebut, Lapas Lombok Barat menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada pemasyarakatan, tetapi juga pada penciptaan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, daya saing, dan kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat, ucapnya.
"Harapan kami, keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan ini dapat menjadi jalan bagi warga binaan untuk meraih masa depan yang lebih cerah dan produktif," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....