Setahun Kepemimpinan LAZ-UNA, Perubahan Mulai Terlihat Nyata
- 21 Feb 2026 14:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat- Setahun memimpin Lombok Barat, Bupati Lalu Ahmad Zaini bersama Wakil Bupati Nurul Adha memaparkan sejumlah capaian pemerintahan yang diklaim mulai dirasakan masyarakat. Paparan itu disampaikan dalam agenda refleksi satu tahun masa jabatan dipendopo Bupati Lombok Barat, Jumat, 20 Februari 2026.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini yang biasa di kenal LAZ menegaskan, tahun pertama kepemimpinannya merupakan fase penyesuaian. Fokus utama diarahkan pada pembenahan internal pemerintahan sebelum seluruh program prioritas dijalankan secara penuh.
“Tahun pertama ini kami menata fondasi. Internal harus rapi dulu agar program bisa berjalan efektif,” ujarnya.
LAZ menilai, keberhasilan pemerintah daerah tidak semata ditentukan oleh klaim pejabat, melainkan oleh penilaian publik.
“Hari ini biarlah masyarakat yang menilai dan merasakan langsung apa yang sudah kami lakukan,” katanya.
Salah satu capaian yang disorot adalah indeks reformasi birokrasi Lombok Barat yang disebut tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan perubahan mendasar dalam tata kelola pemerintahan daerah.
“Indeks reformasi birokrasi kita paling tinggi di NTB. Ini menandakan ada perubahan nyata. Perombakan organisasi kita lakukan secara soft, tanpa gejolak, dan semuanya berbasis kinerja,” ucapnya.
Dari sisi ekonomi, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai menyiapkan skema pembiayaan tanpa bunga untuk mendorong sektor riil. Kebijakan ini dirancang sebagai upaya menjaga perputaran ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan fiskal daerah. LAZ mengakui, ruang gerak anggaran menjadi tantangan utama pembangunan saat ini.
Karena itu, strategi pembangunan difokuskan pada optimalisasi belanja serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dalam sejarah Lombok Barat, baru tahun ini PAD melampaui target hingga 100 persen. Ini bukan angka kecil di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” katanya.
Ia menjelaskan, target PAD sengaja dipasang relatif tinggi sebagai dorongan agar seluruh potensi daerah dapat dimaksimalkan demi menjaga kesinambungan pembangunan. Di sektor infrastruktur, penataan ibu kota kabupaten di Gerung menjadi salah satu prioritas. Pemerintah daerah memasang penerangan jalan umum di sejumlah ruas utama yang sebelumnya minim cahaya.
“Sekarang dari Lembar sampai Dasan Cermen sudah terang benderang. Dari Rumak sampai Kediri juga sudah terang,” ujarnya.
Meski demikian, LAZ menegaskan pembangunan tidak hanya terpusat di Gerung. Wilayah lain tetap mendapat perhatian melalui pendekatan pemerataan. Kawasan wisata Senggigi, misalnya, mulai ditata lewat pembangunan jogging track dan penertiban area publik untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Sekarang wisatawan ke Senggigi jauh lebih nyaman. Ini bagian dari kerja nyata yang kita gaungkan,” katanya.
Di akhir refleksi, LAZ menyadari ekspektasi publik terhadap pemerintah daerah cukup tinggi. Ia menegaskan tidak semua program dapat direalisasikan sekaligus dalam waktu singkat, terutama di tengah tekanan fiskal.
“Kami berusaha menjalankan janji-janji itu secara bertahap, tentu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kritik dan evaluasi kami buka sebagai bagian dari proses perbaikan,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....