Bulog Jamin Stok Pangan Sumbawa Aman Jelang Ramadan

  • 11 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Perum Bulog Cabang Sumbawa memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Bulog Sumbawa, M. Nur Ristanto, Rabu 11 Februari 2026.

Ristanto menjelaskan, stok pangan setara beras yang tersimpan di sejumlah gudang Bulog Sumbawa dan KSB, termasuk gudang sewa mitra kerja, saat ini mencapai sekitar 29.900 ton. Dengan jumlah tersebut, ketersediaan beras dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan.

Menurutnya, kondisi stok yang melimpah tersebut juga tercermin dari surplus beras yang dimiliki Bulog Sumbawa pada tahun 2025 lalu. Surplus tersebut bahkan memungkinkan Bulog melakukan pengiriman beras ke luar daerah, melalui program mobilisasi nasional (mobnas). Untuk memenuhi kebutuhan pasokan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan total mencapai 13.000 ton. Selain itu, Bulog Sumbawa juga menyalurkan jagung sebanyak 7.100 ton ke Jawa Timur guna memenuhi kebutuhan pakan ternak.

Terkait pengadaan pangan tahun 2026, Ristanto menyebutkan Bulog Sumbawa menargetkan pengadaan setara beras sebanyak 59.000 ton dan jagung sebanyak 60.000 ton. Proses serapan pengadaan telah berjalan melalui tim jemput pangan yang bekerja sama dengan TNI, penyuluh pertanian, serta sejumlah mitra kerja Bulog.

Pengadaan gabah kering panen (GKP) dilakukan dengan harga Rp6.500 per kilogram di tingkat petani. Hingga awal Februari 2026, realisasi pengadaan setara beras telah mencapai sekitar 950 ton.

Selain beras, Bulog Sumbawa juga memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis lainnya menjelang Ramadan. Saat ini tersedia sekitar 25.000 liter minyak goreng merek Minyakita. Produk ini telah didistribusikan ke sejumlah kios pengecer, dengan harga Rp14.500 per liter, di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter. Bulog juga memiliki stok gula premium sebanyak 51 ton dengan harga Rp17.400 per kilogram.

“Alhamdulillah, untuk tahap awal stok beras, minyak goreng, dan gula dalam kondisi aman. Ke depan, Bulog Sumbawa juga masih akan menerima tambahan pasokan,” ujar Ristanto.

Ia menambahkan, mulai Jumat 13 Februari 2026 mendatang, Bulog Sumbawa akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Sumbawa dan sejumlah instansi terkait. Untuk melaksanakan program Operasi Pasar Murah selama sembilan hari. Program tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadan.

Sementara itu, untuk penyaluran bantuan pangan, Bulog Sumbawa merencanakan alokasi bulan Februari dan Maret 2026 sebanyak 970 ton beras bagi sekitar 45.000 penerima bantuan pangan di wilayah Sumbawa dan KSB. Penyaluran bantuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada bulan Ramadan.

Ristanto mengimbau para petani agar menjaga mutu dan kualitas hasil panen, dengan tidak melakukan panen sebelum waktunya. Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan selama Ramadan. Karena stok beras, minyak goreng, dan gula di Bulog Sumbawa dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....