Stok Beras Bulog NTB Aman hingga Tahun Depan
- 06 Jul 2026 19:58 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Perum Bulog Kantor Wilayah NTB memastikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada pada level sangat aman dengan stok mencapai 268.564 ton setara beras.
- Tingginya stok beras merupakan hasil pengadaan yang melampaui target, didukung meningkatnya produktivitas petani di Nusa Tenggara Barat.
- NTB siap menghadapi potensi musim kemarau dan ancaman kekeringan tanpa mengganggu ketersediaan pangan bagi masyarakat, sementara tetap mendistribusikan beras ke Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur mencapai 5.000 ton.
RRI.CO.ID, Mataram – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di daerah seribu masjid berada pada level yang sangat aman. Hingga saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog NTB tercatat mencapai 268.564 ton setara beras.
Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Marakamin Siregar, mengatakan tingginya stok beras tersebut merupakan hasil keberhasilan pengadaan yang melampaui target, didukung meningkatnya produktivitas petani di NTB.
"Stok beras kita cukup aman sampai dengan tahun depan. Bahkan saat ini kita masih terus melakukan penyerapan hasil panen petani," ujar Regar, Senin 6 Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat NTB siap menghadapi potensi musim kemarau maupun ancaman kekeringan yang sebelumnya diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tanpa mengganggu ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Selain memenuhi kebutuhan dalam daerah, Bulog NTB juga tetap mendistribusikan beras ke sejumlah wilayah lain, yakni Provinsi Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini, volume penyaluran ke kedua daerah tersebut telah mencapai sekitar 5.000 ton.
Regar menjelaskan, distribusi beras ke luar daerah akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah penerima.
"Insya Allah stok aman. Kalau pun ada ancaman kekeringan, kami pastikan cadangan beras pemerintah di NTB tetap mencukupi," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....