Mentan Luncurkan Pengembangan Bawang Putih Menuju Swasembada di Lotim

  • 09 Feb 2026 11:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Timur, Senin 9 Februari 2026. Kunjungan tersebut dalam rangka peluncuran kesiapan pengembangan bawang putih menuju swasembada nasional.

Pada kesempatan itu, Mentan memuji langkah cepat Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur dalam merespons kebutuhan pangan nasional, terutama komoditas bawang putih. Pemerintah pun secara resmi menetapkan NTB sebagai pusat produksi bawang putih Indonesia dengan target pengelolaan lahan minimal 25.000 hingga 50.000 hektare untuk menyuplai kebutuhan provinsi lain sekaligus menghentikan ketergantungan impor.

“Target kita adalah menghentikan impor dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Untuk swasembada, kita hanya butuh 100.000 hektare secara nasional. Bayangkan, lahan padi seluas 7,4 juta hektare saja bisa kita selesaikan, apalagi hanya 100.000 hektare. Saya yakin tugas ini bisa diselesaikan oleh Gubernur,” ujarnya optimistis.

Mentan juga menyoroti hasil produksi bawang putih di NTB yang dinilai sangat menjanjikan, dengan rata-rata mencapai 20 ton per hektare bahkan ada yang menyentuh 28 ton per hektare. Selain itu, kualitas bawang putih lokal NTB disebut jauh lebih baik dibandingkan produk impor.

“Kualitasnya sangat bagus, jauh melampaui barang impor. Karena itulah kami memusatkan program pemerintah di sini,” jelasnya.

Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian akan meluncurkan program khusus dengan dukungan penuh dari APBN. Ini termasuk pengadaan bibit serta jaminan pasca-panen bagi para petani melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Negara yang akan menjamin. Kami akan buatkan HPP agar harga terjaga. Target kita jelas, tidak boleh ada petani yang rugi,” ucap Mentan.

Ia juga menekankan pentingnya sistem terintegrasi antara ketersediaan pakan, sektor peternakan, serta kestabilan harga jagung petani sebagai fondasi ketahanan pangan daerah. Kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mentan memberikan motivasi agar mengubah pola pikir dan menjadi teladan dengan memiliki kebun sendiri serta bekerja tanpa banyak alasan.

“Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, tapi pikirkan apa yang bisa kamu berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri, Gubernur, atau Bupati jika mau bekerja keras,” katanya.

Menurutnya, tantangan tersulit adalah mengubah pola pikir, akan tetapi jika mindset berubah, maka masa depan juga akan berubah. “Negara ini akan maju jika kita bilang siap dan langsung bertindak tanpa banyak protes kepada pimpinan. Mari bergerak bersama membangun NTB dan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan turut meninjau lantai jemur serta lahan tanam bawang putih. Kehadirannya disambut Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan dari berbagai kabupaten di Pulau Lombok. 

Ia juga berdialog dengan petani dan memberikan solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi di lapangan. ini termasuk memberikan solusi terhadap persoalan yang disampaikan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....