Longsor Pusuk–Sembalun Berulang, Gubernur NTB Minta Solusi Permanen
- 08 Feb 2026 21:12 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Jalur wisata Pusuk–Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, kembali tertutup longsor setelah hujan lebat mengguyur kawasan Sembalun, Minggu siang, 8 Februari 2026. Material longsoran menutup badan jalan sepanjang sekitar 10 meter dengan ketebalan 0,5 hingga 1,5 meter, membuat akses menuju dan dari Sembalun terputus total.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal turun langsung ke lokasi. Ia menilai longsor di jalur tersebut bukan peristiwa insidental, melainkan persoalan struktural yang memerlukan penanganan jangka menengah hingga panjang.
Iqbal meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB bersama Balai Jalan Nasional menyusun rencana mitigasi permanen untuk mengurangi risiko longsor berulang di jalur Pusuk–Sembalun. Fokus utama diarahkan pada penguatan tebing di titik-titik rawan.
“Perlu segera diusulkan penguatan tebing pada beberapa titik yang kondisinya tidak stabil, baik menggunakan bronjong maupun tembok penahan, disesuaikan dengan karakteristik tanah,” kata Iqbal.
Pascalongsor, Pemerintah Provinsi NTB bergerak cepat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Lombok Timur dan Balai Jalan Nasional. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lombok Timur melakukan asesmen awal, sementara Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Sembalun menangani kondisi darurat di lapangan.
Proses pembersihan material longsor dilakukan secara terpadu oleh Balai Jalan Nasional dengan mengerahkan dua unit alat berat. Penanganan didukung personel BPBD, pemadam kebakaran, TNI–Polri, aparat kecamatan, dan pemerintah desa setempat. Hingga Minggu sore, tim gabungan masih bekerja dan pembersihan ditargetkan berlanjut hingga malam hari.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan koordinasi lintas sektor dilakukan sejak awal agar pembukaan akses jalan bisa segera dipulihkan. “Prioritas kami adalah membuka kembali jalur secepat mungkin, sambil memastikan keselamatan petugas dan pengguna jalan,” ujarnya.
BPBD NTB juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan seiring musim hujan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah NTB, bahkan memasuki periode puncak. Hujan berintensitas tinggi berpotensi memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.
Pemerintah daerah menargetkan akses Pusuk–Sembalun segera kembali normal demi menjaga mobilitas warga serta keberlanjutan aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....