Konvergensi Media Tuntut Adaptasi Pers Modern

  • 08 Feb 2026 15:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Perubahan teknologi digital mendorong terjadinya konvergensi media secara masif di Indonesia. Integrasi berbagai platform komunikasi kini menjadi karakter utama industri pers modern.

Transformasi tersebut tidak hanya memengaruhi pola distribusi informasi, tetapi juga model bisnis dan kompetensi jurnalis. Media dituntut mampu bergerak cepat tanpa mengabaikan standar profesionalisme.

Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram (Unram), Dr. Ir. Agus Purbathin Hadi, M.Si., menilai konvergensi media merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Ia menegaskan adaptasi menjadi syarat utama agar pers tetap relevan di tengah kompetisi digital.

“Pers sekarang tidak bisa lagi bertahan dengan pola lama. Konvergensi media harus dilakukan agar tetap relevan,” ungkapnya, Minggu 8 Februari 2026.

Menurut Agus, konvergensi tidak sekadar memindahkan konten ke platform digital. Perubahan tersebut juga menuntut peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ia menjelaskan bahwa jurnalis perlu menguasai berbagai format produksi, mulai dari teks hingga audio visual. Kemampuan multiplatform, menurutnya, menjadi kebutuhan dasar dalam era digital.

“Insan pers harus terus belajar mengikuti perkembangan teknologi. Kalau tidak, akan tertinggal,” ujarnya.

Agus juga menyoroti berkembangnya jurnalisme warga sebagai dampak langsung konvergensi media. Partisipasi publik dalam produksi informasi dinilai meningkat signifikan.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa kemudahan tersebut memperbesar risiko penyebaran informasi tanpa verifikasi. Tanpa standar profesional, kualitas informasi menjadi sulit dikendalikan.

“Sekarang semua orang bisa menjadi penyampai informasi. Itu peluang, tetapi juga tantangan besar bagi pers profesional,” jelasnya.

Ia menilai sistem sertifikasi dan uji kompetensi perlu diperkuat untuk menjaga standar profesi. Pengakuan terhadap kompetensi dianggap penting dalam membedakan jurnalisme profesional dan konten biasa.

Menurutnya, regulasi yang adaptif diperlukan untuk memastikan konvergensi berjalan sehat. Kecepatan distribusi informasi tidak boleh mengorbankan akurasi.

“Penguatan regulasi dan standar etik harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi,” tuturnya.

Agus menekankan bahwa masa depan pers ditentukan oleh kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan prinsip jurnalistik yang kredibel dan berimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....