Pemkab Loteng Kaji Pemanfaatan Bendungan Batujai untuk Dermaga Pesawat Air

  • 06 Feb 2026 15:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai mengkaji pemanfaatan Bendungan Batujai untuk fungsi tambahan sebagai dermaga pesawat air (seaplane). Kajian tersebut dilakukan setelah Pemkab Loteng menggelar rapat koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) guna memastikan kelayakan dan regulasi pemanfaatan bendungan tersebut.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Tengah, Lalu Wiranata, mengatakan rencana tersebut masih berada pada tahap pengkajian mendalam. Namun, hasil koordinasi awal menunjukkan pemanfaatan Bendungan Batujai memungkinkan dilakukan sepanjang memenuhi seluruh ketentuan perizinan yang berlaku.

“Secara prinsip bisa, asalkan semua persyaratan perizinan dipenuhi,” ujarnya.

Saat ini, PT Aman Air, investor asal Kanada, tengah mengurus perizinan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Bahkan, terdapat sekitar 14 dokumen yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari proses tersebut.

Sementara itu, Vice President PT AmanAir, Daniel Dwi Ananta, menyampaikan pihaknya menargetkan pengoperasian pesawat amfibi pada kuartal kedua tahun 2026. Saat ini, perusahaan tengah mempersiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk menunjang operasional.

“Infrastruktur yang disiapkan antara lain pembangunan hanggar atau dermaga penyimpanan pesawat, fasilitas perawatan dan pemeliharaan, serta area parkir pesawat,” jelas Daniel.

Pada tahap awal, PT AmanAir akan mengoperasikan dua unit pesawat jenis Twin Otter untuk penerbangan domestik. Layanan yang ditawarkan lebih mengarah pada penerbangan charter dengan kapasitas 16 hingga 18 penumpang.

Untuk kebutuhan operasional, lahan yang diperlukan sekitar 50 are dan dipastikan tidak akan mengganggu aktivitas darat maupun perairan di Bendungan Batujai. Lokasi tersebut dinilai sangat strategis karena berdekatan dengan Bandara Internasional Lombok.

Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi dalam enam bulan ke depan dan diproyeksikan dapat mendukung peningkatan konektivitas pariwisata, termasuk menyokong pelaksanaan MotoGP 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....