Brida Rancang Cakranegara Jadi Pusat Ekonomi Budaya
- 04 Feb 2026 19:24 WIB
- Mataram
RRI. CO. ID, Mataram - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram merampungkan kajian komprehensif revitalisasi Pasar Cakranegara dengan pendekatan kawasan, bukan sekadar pembenahan fisik bangunan. Kajian tersebut disusun untuk menjawab persoalan penataan pasar di masa lalu sekaligus memaksimalkan potensi Cakranegara sebagai penggerak ekonomi baru yang berbasis sejarah dan budaya lokal.
Kepala Brida Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, mengatakan Cakranegara memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai magnet ekonomi modern yang tetap berakar pada nilai historis.
“Itu yang sudah kami kaji, karena melihat Cakra ini memang bisa menjadi magnet jika ditata dengan pendekatan yang tepat,” ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.
Menurut Suwandiasa, kegagalan revitalisasi sebelumnya kerap terjadi karena pasar hanya dipandang sebagai ruang transaksi jual beli. Padahal, Pasar Cakranegara berada dalam satu lanskap kawasan yang saling terhubung dengan aktivitas sosial, budaya, dan pariwisata.
“Bicara Pasar Cakra itu tidak hanya fisik bangunan, tapi kawasan. Kalau hanya memoles pasar, kita akan mengulangi problem yang sama,” katanya.
Dalam cetak biru yang disusun Brida, kawasan Cakranegara diproyeksikan menjadi Heritage Hub, yakni destinasi wisata sejarah dan budaya yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi. Konsep ini terinspirasi dari pasar-pasar ikonik di Bali, dengan dukungan situs bersejarah di sekitarnya seperti Pura Meru, Taman Mayura, serta konektivitas kawasan Sayang-Sayang.Untuk menjaga nilai orisinalitas, Brida melibatkan arsitek dan budayawan dalam proses kajian.
“Cakra ini punya storytelling yang panjang dan nilai histori yang dalam, sehingga modernisasi tidak boleh mencabut akar budaya,” tegas Suwandiasa.
Dari sisi anggaran, revitalisasi total kawasan Cakranegara diperkirakan membutuhkan dana antara Rp53 miliar hingga Rp215 miliar yang dibagi dalam tiga fase. Tahap persiapan memerlukan Rp1 miliar–Rp5 miliar, konstruksi dan penataan kawasan sekitar Rp50 miliar–Rp200 miliar, serta tahap pascarevitalisasi untuk pemeliharaan dan manajemen kawasan sebesar Rp2 miliar–Rp10 miliar.
"Kajian ini diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan Pemkot Mataram dalam menghidupkan kembali Cakranegara sebagai pusat ekonomi berbasis budaya." Katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....