Bapanas Pastikan Harga Pangan NTB Stabil Jelang HBKN
- 04 Feb 2026 16:29 WIB
- Mataram
RR.CO.ID, Mataram — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga bahan pangan pokok di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, relatif stabil menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali.
Kepastian itu disampaikan usai pemantauan harga dan mutu pangan yang dilakukan Rabu (4/2/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Bapanas, Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda NTB, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas pangan utama masih berada pada harga stabil.
“Beras, gula, minyak goreng, telur, bawang putih, dan bawang merah secara umum masih stabil. Ada sedikit perbedaan harga, tetapi tidak signifikan,” ujar Rinna.
Ia menjelaskan perbedaan harga paling terlihat pada komoditas minyak goreng, khususnya Minyak Kita yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurutnya, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sumber pasokan.
“Minyak goreng yang disuplai Bulog harganya sesuai ketentuan. Namun, yang berasal dari distributor lain ada yang dijual sedikit lebih mahal,” katanya.
Untuk mencegah praktik permainan harga, Bapanas telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Harga Pangan melalui Surat Keputusan Kepala Bapanas. Tim ini bertugas menelusuri rantai distribusi hingga tingkat distributor, bahkan produsen bila diperlukan.
“Kami ingin memastikan harga dari distributor ke pedagang pengecer sesuai regulasi, sehingga konsumen memperoleh harga yang terjangkau,” kata Rinna.
Sementara itu, Direktur Direskrimsus Polda NTB Kombes Pol FX Endriadi menegaskan pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan dilakukan melalui Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang merupakan bagian dari program nasional.
“Kegiatan ini merupakan program pusat dari Bapanas, bukan langkah parsial daerah. Satgas melakukan deteksi dini dengan mencocokkan data yang kami miliki dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Endriadi menambahkan Satgas telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan pelanggaran, mulai dari peneguran hingga penindakan hukum.
“Upaya terakhir bisa berupa peringatan, pencabutan izin, sampai penegakan hukum apabila ditemukan indikasi pidana,” katanya.
Di sisi lain, Perum Bulog Kantor Wilayah NTB memastikan ketersediaan stok pangan strategis dalam kondisi aman. Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, menyatakan harga beras medium dan premium masih terkendali.
“Alhamdulillah, harga beras baik medium maupun premium masih aman dan tidak ada lonjakan signifikan,” ujarnya.
Regar menyebut Bulog NTB saat ini menguasai stok beras sekitar 154 ribu ton yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan. Selain itu, stok minyak goreng Bulog mencapai sekitar 307 ribu liter dan diperkirakan mencukupi hingga Maret 2026.
“Stok beras dan minyak goreng aman untuk menghadapi Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri,” katanya.
Bulog NTB bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus berkoordinasi guna menjaga stabilitas pasokan, harga, serta kelancaran distribusi pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....