Budidaya Cabai Rawit di Dompu Terkendala Harga Pasar

  • 03 Feb 2026 09:47 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.IR, Dompu – Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai membudidayakan komoditas cabai rawit sejak tahun 2015. 

Sebelumnya, kebutuhan cabai rawit di daerah ini sepenuhnya mengandalkan pasokan dari luar daerah, terutama dari Pulau Lombok.

Seiring waktu, sebagian petani Dompu mulai merambah budidaya cabai rawit. 

Namun, ketika terjadi lonjakan harga cabai di pasaran, para petani belum bisa menikmati keuntungan secara maksimal. 

Fluktuasi harga yang dinilai belum berpihak kepada petani membuat pengembangan cabai rawit masih dilakukan secara terbatas.

Rudi Purtomo, Petani Cabe asal Kecamatan Pajo, dihunungi, Selasa 3 Februari 2026, mengaku belum berani mengembangkan cabai rawit secara massal. 

Saat ini, lahan yang dimanfaatkan untuk cabai rawit hanya sekitar dua hektare.

“Harga cabai rawit sering kali tidak bersahabat bagi petani. Karena itu kami belum berani mengembangkan secara besar-besaran, masih sebatas dua hektare saja,” katanya.

Berbeda dengan cabai rawit, komoditas cabai merah dan cabai keriting dinilai memiliki harga yang relatif lebih stabil dan menguntungkan. 

Karena itu, petani Dompu masih mempertahankan budidaya kedua jenis cabai tersebut.

Sementara itu, untuk komoditas bawang merah, Kabupaten Dompu hingga kini lebih berperan sebagai media tanam. 

Hasil panen bawang merah dari wilayah Dompu sebagian besar dibawa ke Kabupaten Bima sebelum dipasarkan.

Kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar petani bawang merah yang mengelola lahan di Dompu berasal dari Kabupaten Bima. 

Petani lokal Dompu sendiri belum berani mengambil risiko untuk menanam bawang merah secara mandiri, lantaran minimnya pengalaman dan pengetahuan dalam budidaya komoditas tersebut.

Ke depan, petani berharap adanya pendampingan teknis serta jaminan harga yang lebih berpihak kepada petani, agar pengembangan cabai rawit dan komoditas hortikultura lainnya di Kabupaten Dompu dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....