Jangan Ganggu Hutan Tangkapan Hujan
- 07 Jul 2026 10:32 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Kemarau tahun ini, dirasa sangat berat oleh masyarakat Dompu, meski BMKG memperdiksi kemarau ini berjalan pendek. Sebab, saat pergantain musim dari hujan ke kemarau, hingga saat ini hujan masih sering terjadi. Namun, meski hujan masih terjadi, debit air dangkal Dompu, mengalami penununan hingga 40 persen.
Anggota Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Kabupaten Dompu, Aris Ansary meminta masyakarat, terutama yang memanfaatkan hutan mata air, untuk tidak diganggu.
Sebab, hutan-hutan seperti di Perbatasan Bima – Dompu, merupakan sumber air tanah dangkal bagi masyakat Dompu, khususnya yang berada di perkotaan.
“Teman-teman di Dinas Lingkungan dan pemangku kepentingan hutan, untuk bisa melarang orang-orang mengalih fungsikan hutan tersebut ke lahan pertanian,” katanya, Selasa, 7 Juli 2026.
Aris memperkirakan, kondisi cadangan air akan semakin kritis pada Agustus hingga September mendatang. Bahkan, jika tidak ada langkah antisipasi, penurunan debit air diperkirakan akan semakin drastis.
Ia menyoroti aktivitas perambahan hutan yang kini semakin meluas, terutama untuk budidaya jagung yang telah masuk ke kawasan tangkapan hujan. Budidaya jagung sekarang sudah masuk ke area-area yang seharusnya menjadi daerah tangkapan hujan.
“Kawasan hulu di sekitar Desa Katua hingga perbatasan Bima merupakan zona penyangga utama ketersediaan air baku di Dompu,” katanya.
Wilayah tersebut dinilai memiliki peran strategis sebagai benteng ekologis yang menjaga keseimbangan cadangan air di Kabupaten Dompu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....