Pemprov NTB Aktifkan Komando Terpadu Hadapi Potensi Bencana
- 24 Jan 2026 07:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi NTB tidak mau kecolongan menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada 21 hingga 31 Januari 2026. Sebuah Komando Terpadu kini resmi diaktifkan untuk memantau titik-titik rawan banjir dan longsor di seluruh wilayah.
Peringatan dini BMKG menyebut curah hujan bakal melonjak tajam.
"Kita tidak menunggu bencana terjadi. Kesiapsiagaan dibangun sejak dini," kata Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengutip rilis resmi Humas NTB.
Wilayah Zona Merah
Sejumlahwilayah kini masuk dalam radar "Zona Merah". Di Pulau Lombok, kawasan lereng Rinjani seperti Sembalun dan Bayan jadi perhatian serius. Sementara di Sumbawa, daerah Labuhan Badas, Pekat, hingga Tambora juga diminta waspada ekstra karena curah hujan diprediksi tembus di atas 150 mm.

Wilayah Merah Tinggi ResikoSumber: @humas_ntb
Komando Terpadu Aktif
Menyikapi hal ini, BPBD bersama Dinas Sosial sudah menyiagakan logistik dan dapur umum selama 24 jam. Di sisi lain, alat berat dari Dinas PUPR juga mulai digeser ke jalur-jalur rawan longsor untuk memastikan akses jalan tidak terputus.
Lebih lanjut, Dinas Pertanian kini mulai mendampingi para petani agar mereka bisa mengantisipasi potensi gagal panen akibat cuaca buruk ini.
Call Center
Masyarakat diminta tetap tenang namun jangan abai. Hindari dulu aktivitas di sungai atau lereng bukit saat hujan deras mengguyur. Jika butuh bantuan darurat, warga bisa langsung mengontak nomor berikut:
BPBD NTB: (0370) 646972
BPBD Mataram: 0896-2045-5712
Basarnas: (0370) 633253
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....