Gubernur NTB Umrahkan 33 Warga, Apresiasi “Pekerja dalam Sunyi”

  • 21 Jan 2026 11:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, memberangkatkan 33 warga NTB untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis. Mereka berasal dari kelompok yang selama ini bekerja menopang pembangunan daerah, namun kerap luput dari sorotan publik mulai dari wartawan senior, guru honorer, kader posyandu, hingga penjaga sekolah.

Pelepasan jamaah dilakukan di Pendopo Gubernur NTB, Rabu, 21 Januari 2026. Menurut Iqbal, para penerima umrah gratis ini adalah orang-orang yang bekerja dalam kesenyapan, tanpa banyak tuntutan, namun memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat melepas 33 Warga NTB untuk umroh. Pelepasan dilakukan di Pendopo Gubernur NTB, Rabu, 21 Januari 2026. Foto: RRI/Halwi

“Hari ini kita memberangkatkan teman-teman yang selama ini bekerja dalam sepi untuk ikut membangun NTB,” ujar Iqbal.

Ia merinci, rombongan tersebut terdiri dari wartawan, petugas kebersihan, sopir, tukang kebun, polisi hutan, kader posyandu, hingga warga kurang mampu. Mereka dinilai memiliki dedikasi tinggi, tetapi jarang mendapat apresiasi dari negara.

Iqbal menegaskan, pemberangkatan umrah ini menggunakan dana pribadi, bukan anggaran pemerintah daerah. Ia menyebutnya sebagai amanah rezeki yang harus disalurkan kepada mereka yang berhak.

“Kalau ini pribadi, ya dari Allah yang ngasih lewat saya. Kalau amanah itu sampai ke saya dan tidak saya jalankan, nanti saya yang ditegur,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB, kata Iqbal, memang memiliki program umrah bagi aparatur sipil negara berprestasi yang dibiayai APBD. Namun, khusus pemberangkatan 33 orang ini murni inisiatif pribadi sebagai bentuk penghargaan moral.

Ia menyoroti peran kader posyandu yang jumlahnya mencapai sekitar 41 ribu orang di NTB. Dengan insentif terbatas, mereka menjadi garda terdepan dalam menangani stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga persoalan sosial di desa.

“Ketika masyarakat punya masalah, mereka tidak mencari gubernur. Yang dicari pertama justru kader posyandu,” ujarnya.

Iqbal juga menyinggung polisi hutan yang bertugas di wilayah terpencil dan kerap merasa terabaikan. Menurutnya, kelompok-kelompok inilah yang justru menjaga wajah pelayanan publik di tingkat paling bawah.

Untuk perjalanan umrah, Pemprov NTB mempercayakan pelayanan kepada biro perjalanan Muhsinin. Iqbal berharap rombongan mendapatkan pelayanan terbaik dan membawa pulang kisah baik dari Tanah Suci.

Pemberangkatan jamaah dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026. Iqbal memastikan program serupa akan terus diupayakan, bergantung pada ketersediaan rezeki.

“Inginnya lebih banyak, tapi rezekinya baru segitu. Insya Allah kalau ada, jalan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....