Pemda KLU Dorong Ritual Empas Menanga Tahunan
- 27 Des 2025 12:51 WIB
- Mataram
KBRN, Lombok Utara: Sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur, warga Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, menggelar Ritual Empas Menanga Mual di Menanga Mual (Muara Mual), Rabu (24/12).
Puncak ritual dihadiri langsung oleh Najmul Akhyar, Bupati Lombok Utara, bersama Kusmalahadi Syamsuri, Wakil Bupati Lombok Utara. Turut hadir anggota Forkopimda KLU, Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Dewi Tresni Budi Astuti, Kepala Dinas DP2KBPMD KLU Atmaja Gumbara, para kepala perangkat daerah, tokoh adat, serta undangan lainnya.
Di hadapan tokoh adat dan masyarakat, Bupati Najmul Akhyar menyampaikan bahwa ritual tradisi tersebut merupakan bentuk pelestarian budaya yang diwariskan oleh leluhur kepada generasi penerus. Menurutnya, keberlangsungan adat dan budaya harus terus dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang kian pesat.
“Insyaallah ke depan Ritual Empas Menanga Mual akan kita jadikan sebagai agenda tahunan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara,” ujar Najmul.
Lebih lanjut, Najmul menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah mengakui keberadaan masyarakat hukum adat. Ia menyebutkan, Lombok Utara menjadi satu-satunya daerah di Nusa Tenggara Barat yang secara resmi mengakui dan melindungi masyarakat hukum adat yang tersebar di lima kecamatan dengan total 12 komunitas adat.
Sementara itu, Kepala Desa Akar-Akar Budi Priyo Santoso menjelaskan bahwa Ritual Empas Menanga Mual merupakan tradisi masyarakat Bayan, khususnya Desa Akar-Akar, sebagai sarana silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
“Setelah pelaksanaan ritual adat, para petani akan memulai masa bercocok tanam. Kegiatan ini dihadiri ribuan masyarakat, sehingga UMKM lokal juga ikut merasakan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan ritual adat ini,” tandasnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan pemerintah daerah, Ritual Empas Menanga Mual diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya Bayan serta mendorong pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Lombok Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....