Tradisi "Sembeq" Diharapkan Jadi Syarat Pendakian Gunung Rinjani
- 11 Agt 2025 14:06 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Gunung Rinjani tidak hanya memikat dengan panorama alamnya yang megah, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya dan spiritual yang mendalam. Salah satunya adalah tradisi Sembeq, ritual adat Suku Sasak yang kini didorong pemerintah untuk menjadi bagian wajib dari pengalaman mendaki Rinjani.
Langkah ini didukung oleh Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga para pelaku pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
Kiai Adat Desa Bilok Petung, Sembalun, Edi Susanto menjelaskan Sembeq secara harfiah berarti meminta izin kepada pemangku Gunung Rinjani sebelum pendakian dimulai. “Sembeq itu salah satu bentuk untuk meminta izin ke salah satu pemangku Gunung Rinjani sebelum yang bersangkutan melakukan pendakian,” ungkap Edi, Senin (11/8/2025).
Prosesi ini diisi doa dan permohonan keselamatan, lalu campuran daun sirih dan buah pinang diusap ke dahi sebagai simbol restu.
Kepala Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam Kementerian Kehutanan, Johan Setiawan, menilai Sembeq bukan sekadar atraksi, tetapi “nadi” yang menghidupkan ekonomi masyarakat. “Keunikan Sembeq, yang selaras dengan alam, adalah mutiara yang akan membuat Rinjani bersinar lebih terang,” ujarnya di Sembalun.
Menurutnya, jika Sembeq dijadikan syarat registrasi pendakian, Rinjani akan memiliki karakter unik yang membedakannya dari gunung lain. “Kita akan melihat Rinjani tidak hanya sebagai gunung, tetapi juga sebagai warisan spiritual yang dijaga oleh kepercayaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata NTB, Candra Aprinova, mengatakan Sembeq sebagai pilar baru pariwisata berkelanjutan yang menghubungkan ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. “Masyarakat di Sembalun, Bayan, dan Senaru punya ikatan emosional yang kuat dengan alam. Ritual ini adalah cerminan hubungan tersebut,” jelasnya.
Selain memperkaya pengalaman wisatawan, ritual ini membuka peluang usaha baru, mulai dari penyediaan perlengkapan ritual hingga jasa pemandu adat. “Fungsi Sembeq itu ganda: magnet budaya bagi wisatawan dan sumber rezeki bagi masyarakat. Persembahan, bahan-bahan ritual, semua bisa menjadi peluang ekonomi,” tambahnya.
Jika terealisasi, pendakian Gunung Rinjani tak hanya menjadi perjalanan fisik menaklukkan ketinggian, tetapi juga perjalanan batin menyelami kearifan lokal. Dengan Sembeq, Rinjani akan hadir bukan sekadar sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai simbol warisan spiritual yang terus hidup di tengah arus pariwisata modern.
Untuk diketahui, tradisi ‘Sembeq” saat ini hanya diterapkan di pintu pendakian Senaru, Lombok Utara. Sementara pintu pendakian lainnya belum dilakukan. Pemerintah berharap, tradisi ini diterapkan disemua pintu pendakian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....