Nuzulul Quran di SMPN 6 Mataram Jadi Momentum Tumbuhkan Kepedulian Sosial Siswa

  • 15 Mar 2026 02:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Peringatan Nuzulul Quran di SMPN 6 Mataram tahun ini berlangsung sederhana namun sarat makna. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Acara tersebut diikuti oleh siswa, guru, serta tenaga kependidikan. Selain sebagai kegiatan religius, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan sekolah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan yang singkat. Selanjutnya peserta mengikuti tausiyah keagamaan sebelum memasuki agenda doa bersama.

Usai doa bersama, seluruh peserta mengikuti kegiatan buka puasa bersama di lingkungan sekolah. Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Kepala SMPN 6 Mataram Cahyo Wirawan menjelaskan bahwa kegiatan Nuzulul Quran sengaja dirancang sederhana agar tetap efektif. Waktu pelaksanaan yang terbatas membuat kegiatan difokuskan pada inti acara.

“Kegiatan Nuzulul Quran ini sederhana saja. Kita buka dengan pembukaan, kemudian tausiyah, dilanjutkan doa dan buka puasa bersama,” ujarnya, Selasa 10 Maret 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter sosial siswa. Sekolah ingin menanamkan nilai kebersamaan dan empati sejak dini.

Ia mengatakan, siswa dilibatkan secara langsung dalam berbagai aktivitas sosial. Salah satunya melalui kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat.

“Anak-anak kita latih untuk memiliki kepekaan sosial, misalnya melalui kegiatan membagikan takjil kepada masyarakat,” kata Cahyo.

Dalam kegiatan tersebut, siswa membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat. Pada hari pertama dibagikan sekitar 200 paket, kemudian dilanjutkan dengan 300 paket pada hari berikutnya.

Program berbagi tersebut didukung oleh berbagai pihak. Selain berasal dari partisipasi siswa, kegiatan juga mendapat dukungan dari sponsor.

Kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat melatih kepedulian siswa terhadap masyarakat sekitar. Sekolah menilai pengalaman langsung lebih efektif dalam membentuk karakter.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....