Ramadan Produktif di SMAN 3 Mataram, Akademik dan Spiritualitas Berjalan Seimbang

  • 27 Feb 2026 21:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Mataram memastikan pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan tetap terstruktur tanpa mengabaikan penguatan nilai spiritual. Skema kegiatan telah dirancang sebelum bulan puasa dimulai agar proses akademik dan pembinaan karakter berjalan beriringan.

Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, S.Pd., menjelaskan bahwa seluruh agenda mengacu pada edaran dinas pendidikan tentang optimalisasi ibadah dan penguatan karakter. Sekolah menekankan keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan kepedulian sosial siswa.

“Alhamdulillah semuanya sudah kami rancang sebelum Ramadan. Kami ingin pembelajaran tetap berjalan, tetapi nilai-nilai ibadah dan kepedulian sosial juga semakin kuat,” jelasnya, Jumat 27 Februari 2026.

Setiap pagi, siswa masuk pukul 08.00 WITA dan langsung melaksanakan tadarus di kelas masing-masing selama 15 menit. Pembagian juz dilakukan bergiliran sehingga dalam dapat mencapai target khatam Al-Qur'an sesara kolektif.

“Jam 08.00 sampai 08.15 kami khususkan untuk tadarus. Kalau anak-anak masih ingin melanjutkan sampai 08.30, itu tentunya juga sangat bagus,” katanya.

Pelaksanaan tadarus di kelas dipilih untuk menjaga efektivitas waktu. Guru yang mengajar pada jam pertama turut mendampingi agar kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.

Setelah pembelajaran reguler hingga menjelang Zuhur, siswa melaksanakan salat berjamaah disertai kultum. Guru laki-laki dijadwalkan menjadi imam dan pengisi tausiyah secara bergiliran sebagai bentuk keteladanan.

“Kami atur jadwalnya supaya semua guru mendapat kesempatan. Anak-anak juga ada yang bergiliran menyampaikan kultum di kelas,” jelasnya.

Suasana belajar yang lebih adaptif turut dirasakan siswa. Salah satu siswi SMAN 3 Mataram mengaku atmosfer kelas selama Ramadan terasa lebih tenang dan tidak terlalu menekan.

“Menurut saya hawanya lebih berbeda. Pembelajarannya juga tidak seketat biasanya karena kami sedang puasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan membaca Al-Qur’an bersama sebelum pelajaran membuat suasana hati lebih siap menerima materi. Target penyelesaian 30 juz menjadi motivasi tersendiri bagi siswa di kelas.

“Kami jadi punya tujuan bersama di kelas. Rasanya lebih kompak,” katanya.

Meski jam belajar dipersingkat, pihak sekolah memastikan kualitas kegiatan belajar mengajar tetap terjaga. Guru memanfaatkan pekan terakhir sebelum penilaian tengah semester untuk penguatan materi dan pembahasan kisi-kisi.

“Saya rasa kualitas KBM tidak menurun. Minggu ini guru fokus mengejar materi karena pekan depan sudah mulai mid semester,” tutur Yuspita.

Dengan pola terstruktur tersebut, Ramadan menjadi momentum pembelajaran holistik yang menyeimbangkan akademik dan pembentukan karakter siswa secara sistematis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....