Lentera Ramadan di Kopang Jadi Panggung UMKM dan Penguatan Ekonomi Lokal
- 05 Mar 2026 09:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pembukaan Lentera Ramadhan di Lapangan Sepak Bola Jelojok, Kecamatan Kopang, Rabu, 4 Maret 2026, tidak hanya menjadi agenda seremonial keagamaan. Kegiatan yang dibuka Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, itu juga diarahkan sebagai ruang penguatan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah stan UMKM memadati area kegiatan yang juga dikenal sebagai Pesona Khazanah Ramadhan. Produk kuliner, fesyen muslim, hingga kerajinan lokal ditampilkan selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Maret 2026. Pemerintah provinsi berharap perputaran ekonomi masyarakat meningkat seiring tingginya kunjungan warga selama Ramadhan.
Iqbal mengatakan, penyebaran lokasi Lentera Ramadhan ke berbagai kabupaten/kota bukan hanya simbol pemerataan pembangunan, tetapi juga strategi membuka ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini terpusat di Islamic Center NTB di Kota Mataram.

Dengan pola baru tersebut, pelaku UMKM di luar ibu kota provinsi mendapat kesempatan yang sama untuk menjangkau pasar lebih besar. “Kita ingin manfaat kegiatan ini benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya menjadi seremoni,” ujar Iqbal.
Bupati Lombok Tengah, Pathul Bahri, menilai kehadiran pemerintah provinsi di Kopang memberi dampak psikologis sekaligus ekonomi bagi warga. Ia menyebut kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan pelaku usaha lokal yang sempat terpukul berbagai tantangan ekonomi beberapa tahun terakhir.
Menurut Pathul, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci agar agenda keagamaan seperti Ramadhan tidak berhenti pada aspek spiritual, tetapi juga memberi nilai tambah secara ekonomi. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendorong kemudahan akses dan pendampingan bagi UMKM.
Di tengah suasana Ramadhan, masyarakat terlihat antusias mengunjungi stan-stan yang tersedia. Transaksi berlangsung hingga malam hari, bersamaan dengan rangkaian acara religi dan hiburan islami yang digelar di panggung utama.
Melalui pendekatan ini, Lentera Ramadhan diharapkan tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang mempertemukan nilai spiritual, ruang silaturahmi, dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....