Lentera Ramadan Kini Menyapa Seluruh Kabupaten/Kota di NTB

  • 03 Mar 2026 08:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Kota Bima - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk pertama kalinya menggelar program Lentera Ramadan secara bergilir di berbagai kabupaten/kota. Jika sebelumnya kegiatan Ramadan terpusat di Kota Mataram, tahun ini agenda tersebut dibawa berkeliling, menyasar wilayah di Pulau Lombok hingga Pulau Sumbawa.

Program Lentera Ramadan 1447 Hijriah di Kota Bima dipusatkan di Masjid Agung Al-Muwahidin, Senin, 3 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Lentera Ramadan 2026 yang digagas Pemprov NTB sebagai penguatan syiar Islam sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan perubahan pola pelaksanaan itu merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan. “Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Ramadan terpusat di Islamic Center, Kota Mataram. Mulai 2026, kegiatan dilaksanakan bergilir di seluruh wilayah NTB,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali di Lombok Utara pada 25 Februari–1 Maret 2026, berlanjut ke Kota Bima pada 2–3 Maret 2026, kemudian Lombok Tengah pada 4–8 Maret 2026, dan ditutup di Islamic Center Hubbul Wathan pada 11–17 Maret 2026.

Menurut Iqbal, pembangunan di NTB tidak boleh lagi terpusat di ibu kota provinsi. “Pembangunan tidak boleh Mataram Center. Harus disebar dari Ampenan sampai Sape,” katanya.

Ia mencontohkan sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya desentralisasi layanan. Rumah sakit provinsi di Pulau Sumbawa telah ditingkatkan menjadi tipe B agar masyarakat tak perlu lagi dirujuk ke Mataram untuk layanan cath lab, penanganan jantung, stroke, hingga cuci darah.

Pemerintah provinsi juga mendorong peningkatan status Rumah Sakit Kota Bima dari tipe D menjadi tipe C. Mulai Juni 2026, sebagian besar layanan kesehatan rujukan ditargetkan bisa dilakukan di Kota Bima.

“Ini untuk meringankan beban keluarga pasien yang selama ini harus tinggal berbulan-bulan di Mataram,” ujar Iqbal.

Selain pengajian dan tausiah, Lentera Ramadan memadukan kegiatan keagamaan dengan bazar UMKM dan edukasi pemasaran digital bagi pelaku usaha kecil. Iqbal menilai model tersebut mencerminkan harmoni antara fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus penggerak ekonomi. “Masjid dan pasar bisa menyatu. Dunia dan akhirat berjalan seiring,” katanya.

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, sebelumnya juga mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Bima, termasuk inspeksi harga di Pasar Amahami dan kunjungan ke sejumlah pelaku UMKM.

Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, menyebut perekonomian daerahnya dalam dua hingga tiga tahun terakhir tumbuh sekitar 4–5 persen per tahun, dengan sektor perdagangan dan jasa sebagai penopang utama. Meski inflasi relatif tinggi, hasil sidak menunjukkan harga sejumlah komoditas strategis, termasuk cabai merah, masih stabil.

“Pemerintah Kota Bima memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri aman dengan harga relatif terjangkau,” ujarnya.

Melalui Lentera Ramadan 1447 H, Pemprov NTB berharap pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi umat tak lagi berhenti di Kota Mataram, melainkan menjangkau seluruh wilayah provinsi, termasuk Kota dan Kabupaten Bima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....