Dinkes Lombok Barat Ingatkan Bahaya Berlebihan Konsumsi Manis saat Ramadan

  • 27 Feb 2026 10:46 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Momentum Ramadan kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menata ulang pola hidup sehat. Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, menegaskan anjuran berbuka puasa dengan makanan manis tidak boleh dimaknai secara berlebihan.

“Memang ada himbauan berbuka dengan yang manis-manis, tapi manisnya itu ada batasannya. Yang paling penting adalah menjaga pola makan, pola istirahat, dan pola hidup secara keseluruhan,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada RRI, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurutnya, gaya hidup sehat tidak berhenti pada pilihan menu saat berbuka saja. Aktivitas fisik dan pengelolaan stres juga menjadi bagian penting yang kerap diabaikan masyarakat.

“Aktivitas fisik itu tidak harus lari atau olahraga berat. Yang penting ada gerak, ada peregangan, ada olahraga ringan. Itu sudah cukup, intinya pola hidup sehat,” katanya.

Ia menjelaskan, prinsip tersebut sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang selama ini terus digaungkan pemerintah. Dalam Germas, terdapat beberapa pilar utama seperti konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik rutin, serta menghindari rokok.

“Semua itu saling berkaitan dan masuk dalam upaya pencegahan penyakit,” ucapnya.

Hj. Erni juga menyoroti meningkatnya angka penyakit tidak menular (PTM) yang kini menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat. Hipertensi, kolesterol tinggi, asam urat, hingga diabetes disebutnya sebagai “penyakit bersaudara” yang muncul akibat pola hidup tidak sehat.

“Penyakit-penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup. Kalau pola makan berlebihan, kurang gerak, itu akan saling mengundang,” ujarnya.

Ia mengingatkan, Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki kebiasaan, bukan justru menambah risiko kesehatan.

“Apa pun itu jangan berlebihan. Walaupun ada anjuran berbuka dengan yang manis, jangan terlalu banyak manisnya. Kendalikan diri, jaga keseimbangan,” katanya.

Menutup pernyataannya, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai titik balik menuju gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Kalau pola hidup sehat dijaga, insyaallah kualitas hidup kita juga akan lebih baik,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....