Hj Nanik Tekankan Ketersediaan Pangan Jelang Ramadan
- 11 Feb 2026 09:10 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Ketercukupan dan keterjangkauan harga bahan pokok saat bulan suci Ramadan 1447H/2026M harus dikedepankan. Pasalnya, kebutuhan masyaarakat pada bulan barokah ini sangat tinggi.
Wakil rakyat di Udayana berharap agar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tehnis agar melakukan langkah cepat dan tepat sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Anggota Komisi II DPRD NTB Hj. Nanik Suryatiningsih menyebutkan, ketersediaan bahan pokok ini harus dipantau di pasar dan dipastikan distribusi lancar.
“Harga bahan pokok harus diawasi dan juga harus diambil tindakan jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar,” katanya, Rabu 11 Februari 2026.
Politisi Gerindra ini juga mendorong pemerintah provinsi untuk meningkatkan produksi sehingga kebutuhan masyarakat tidak terganggu. Selain itu juga harus dipastikan infrastruktur dan logistik dalam mendukung distribusi bahan pokok.
“Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program ketersediaan dan stabilitas harga,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan langkah antisipatif untuk menahan gejolak harga bahan pangan menjelang Ramadan. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, stabilitas pasokan dan harga menjadi prioritas utama pemerintah daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Iqbal saat meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Mandalika Bertais, Kota Mataram, Selasa, 10 Februari 2026. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur didampingi Direktur Penganekaragaman Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rina Syawal, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan kepala organisasi perangkat daerah.
Iqbal mengakui adanya lonjakan harga pada sejumlah komoditas strategis, terutama cabai rawit. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga cabai rawit berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram mendekati batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sekitar Rp97 ribu per kilogram.
“Hari ini kami sengaja turun untuk melihat langsung harga-harga bahan pokok yang paling dibutuhkan masyarakat. Yang paling terlihat naik signifikan adalah cabai rawit,” kata Iqbal.
Untuk meredam tekanan harga, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah yang akan digelar serentak di pasar-pasar seluruh NTB pada Jumat mendatang. Selain itu, pemerintah akan memasifkan penyebaran informasi HET agar masyarakat memiliki rujukan harga yang jelas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....