Pemkab Lombok Tengah Kendalikan Inflasi Ramadan dengan Satgas Pasar

  • 19 Feb 2026 18:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus berupaya mengendalikan inflasi selama Ramadan 1457 Hijriah. Berbagai langkah strategis dilakukan guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan daya beli masyarakat terjaga.

Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan, salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Pasar. Tim ini diturunkan ke sejumlah pasar tradisional untuk memantau perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman.

“Satgas pasar rutin melakukan peninjauan dan berkoordinasi dengan pedagang guna mengantisipasi lonjakan harga yang tidak wajar,” ujarnya Kamis 19 Februari 2026.

Selain pengawasan pasar, Pemkab juga menggelar Gerakan Pangan Murah di sejumlah titik. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.

Diakui, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga signifikan, terutama cabai yang kini menembus Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram. Selain cabai, harga daging sapi dan beras juga mengalami kenaikan meski tidak setinggi komoditas cabai.

Nursiah menklaim kenaikan harga cabai dipicu minimnya produksi. Pada musim tanam pertama tahun 2026, mayoritas petani memilih menanam padi dibandingkan cabai, sehingga pasokan di pasaran berkurang. Kondisi ini berdampak langsung pada lonjakan harga di tingkat konsumen.

Pemerintah daerah telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan kajian dan evaluasi agar kondisi serupa tidak kembali terjadi pada musim berikutnya. Langkah antisipatif, termasuk pengaturan pola tanam dan penguatan distribusi, akan menjadi perhatian serius.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau memanfaatkan lahan produktif di pekarangan rumah untuk menanam komoditas hortikultura seperti cabai dan sayuran. Upaya ini dinilai dapat membantu menekan ketergantungan pasar sekaligus menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang.

Dengan sinergi antara pemerintah, petani, pedagang, dan masyarakat, Pemkab Lombok Tengah optimistis inflasi selama Ramadan dapat dikendalikan sehingga suasana ibadah tetap kondusif dan kebutuhan warga terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....