Pemkab Lotim Ikuti Rakor TPID, Harga Cabai Jadi Sorotan
- 23 Feb 2026 21:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) M3 Februari 2026 yang digelar secara virtual bersama seluruh kabupaten/kota se-Indonesia, Senin, 23 Februari 2026 dari ruang Command Center. Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, yang menyoroti tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis.
Dalam arahannya, Tomsi Tohir menegaskan bahwa kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras kini telah meluas di berbagai daerah. Ia menyebut lonjakan cabai rawit bahkan telah terdampak di 214 kabupaten/kota di Indonesia.
“Tolong teman-teman TPID turun cek lapangan dan komunikasikan dengan para champion untuk menurunkan harga. Ini waktu kita berjuang siang malam,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan data nasional, stok pangan dalam kondisi lebih dari cukup sehingga tidak ada alasan bagi pelaku distribusi menaikkan harga secara tidak wajar.
“Stok lebih dari cukup. Tidak ada alasan menaikkan harga yang keterlaluan. Kita punya HET, tegakkan aturan itu dan lakukan pengawasan setiap hari,” ujar Tomsi.
Sekjen Kemendagri juga memberi perhatian khusus terhadap daerah yang mengalami lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya. Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi indikator kurang optimalnya pengawasan di tingkat daerah.
Sejalan dengan itu, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, memaparkan bahwa hingga minggu ketiga Februari 2026 terdapat 230 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH. Angka ini meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang tercatat sebanyak 199 wilayah.
Komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap tekanan IPH secara nasional adalah cabai rawit, diikuti daging ayam ras, daging sapi, dan telur ayam ras. Tekanan harga tersebut terutama terjadi di wilayah Nusa Tenggara, Kepulauan Bangka Belitung, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Lombok Timur, Abdullah, yang mengikuti rakor tersebut, melaporkan bahwa kenaikan harga cabai menjadi faktor utama meningkatnya IPH di Provinsi NTB. Saat ini IPH NTB tercatat mencapai 9,88 persen, naik dari sebelumnya 8,6 persen.
“Lonjakan ini terjadi karena perbandingan harga bulan sebelumnya yang sangat rendah dengan harga saat ini yang meningkat drastis,” jelas Abdullah.
Untuk wilayah Lombok Timur, harga cabai yang sempat menyentuh Rp200 ribu per kilogram kini mulai menunjukkan tren penurunan di kisaran Rp160–170 ribu per kilogram. Sementara itu, komoditas lain seperti bawang merah dilaporkan dalam kondisi stabil.
Guna menjaga kestabilan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pemkab Lombok Timur telah menggandeng para champion cabai serta memperkuat koordinasi dengan Satgas Pangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok tetap terjaga di pasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....